Fawzia ben Ghali: Mari Gunakan Media Sosial Untuk Menebar Ajaran Islam yang Penuh Rahmat

Hari kedua Online International Seminar yang diselenggarakan oleh INFID, PP Muhammadiyah, dan PBNU mengundang Dr. Fawzia ben Ghali Sausse dari Tunisia sebagai salah satu narasumber.

Doktor perempuan asal Tunisia ini menggambarkan dunia muslim saat ini hidup dalam keberagaman. Di tengah keberagaman saat ini media memiliki peranan yang sangat penting, tidak hanya sebagai alat komunikasi melainkan juga sebagai media untuk menyebarkan gagasan Islam rahmat maupun Islam ekstremis.

Dr. Fawzia mengatakan bahwa ajaran Islam rahmat telah dijelaskan dalam firman Allah yang salah satunya terangkum dalam QS. Ali Imran, Al Kahfi, dan Al Anbiya’. Selain itu, peranan Nabi di muka bumi merupakan rahmat bagi alam semesta. Dr. Fawzia berkata bahwa ketika Nabi dilempari atau dicaci maki oleh penduduk sekitar, Nabi malah disuruh mendoakan mereka. 

Berbagai bentuk ajaran Islam rahmat, baik dalam Al-Qur’an maupun Nabi Muhammad, belum tentu dapat diimplementasikan dengan baik oleh negara-negara muslim. 

“Selama empat belas abad kondisi sosial-politik dunia Islam belum stabil. Kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan masih banyak ditemukan di dunia muslim”. Jelasnya dalam webinar hari kedua Rabu (26/1) bertemakan “Peran Strategis Media Islam dalam Menguatkan Narasi Islam Rahmatan Lil ‘ Alamin di Indonesia, Pakistan, Tunisia, dan Malaysia

Kondisi demikian diperparah ketika dunia memasuki era digitalisasi dan media sosial. Dunia Islam yang masih berkonflik dicitrakan negatif dalam media sosial. Akibatnya, fenomena islamophobia terjadi di negara-negara non-muslim. 

Oleh karena itu, Dr. Fawzia menjelaskan pentingnya menggunakan media baru sebagai alat kampanye ajaran Islam rahmat lil alamin.

“Membangun dan menyusun strategi yang ampuh dalam menyampaikan risalah Islam rahmat melalui media sosial”. Tambahnya.

Senada dengan Dr. Fawzia, Mbak Alissa Wahid, selaku ketua PBNU dan salah satu narasumber di panel yang sama, juga mengatakan agar memproduksi konten-konten digital yang menawarkan Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Kita harus membangun narasi yang efektif di media sosial. Tidak cukup dengan membanjiri pesan-pesan yang moderat, tapi juga harus berdampak,” imbuhnya. (MMSM)

0

Redaksi Arrahim.ID

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.