Siapa Pun Bisa Berdakwah di Era Media Sosial
Dakwah Islam di era digital memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi efektif untuk menyebarkan nilai Islam secara santun dan bijak
Dakwah Islam di era digital memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi efektif untuk menyebarkan nilai Islam secara santun dan bijak

Fenomena FOMO di era media sosial kerap membuat seseorang gelisah dan sulit merasa cukup. Artikel ini membahas FOMO dalam perspektif Islam serta pentingnya qana’ah agar hidup lebih tenang dan tidak terjebak perbandingan sosial

Era digital saat ini telah melahirkan banyak transformasi besar dalam cara seseorang memandang, memahami dan mengakses otoritas keagamaan. Dulu, jika orang ingin belajar atau mendapatkan pengajaran agama, biasanya mereka mendapatkannya melalui mimbar mesjid, majelis taklim, ataupun langsung menghadap pada ahlinya, para ulama. Namun, hadirnya internet dan media sosial menambah ruang aspek baru bagi otoritas keagamaan […]

Kutipan hadis kian viral di media sosial. Artikel ini menegaskan pentingnya takhrij hadis untuk menjaga keaslian, validitas, dan amanah ilmiah sunnah Nabi.

Akun Instagram @pemudahijrah_indonesia bukan semata ruang dakwah digital. Ia telah menjelma menjadi lanskap budaya baru, tempat keberagamaan diekspresikan sebagai gaya hidup yang estetis, personal, dan sarat afeksi. Di sana, “hijrah” tak lagi sekadar menandai peralihan spiritual, melainkan juga sebuah pertunjukan identitas. Penuh warna, penuh inspirasi, dan tentu saja—sangat instagramable. Dalam ruang visual yang rapi dan […]

Sosialisasi agama membantu mengawasi penggunaan media digital, mengajarkan anak-anak menggunakan sosial media dengan bijak, dan memahami etika berinternet.

Media sosial menjadi alat yang memungkinkan orang untuk menampilkan “panggung depan” dan “panggung belakang” mereka, yang berdampak pada bagaimana mereka dilihat oleh orang lain dan bagaimana mereka membangun identitas,

Akademisi tradisional sering kali terhambat masuk ke khalayak umum dengan membawa diskursus pengetahuan yang lazimnya terbatas pada kalangan tertentu. Media sosial menghilangkan hambatan-hambatan ini dan menjadi wadah demokratisasi penyebaran pengetahuan.

Seorang Muslim dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman keagamaan mereka dan membantu membangun dunia yang lebih baik.

Kesabaran mendorong kita untuk lebih jeli, melakukan verifikasi, tidak tersulut mentalitas massa daring, dan meningkatkan kualitas interaksi bermedsos kita.
