Kekuatan Politik Islam Reformis Kian Menyusut
Dengan kondisi psikologis macam begini mana mungkin bisa memimpin umat. Dengan sesama iman saja tak akur, apalagi dengan yang di luar iman
Dengan kondisi psikologis macam begini mana mungkin bisa memimpin umat. Dengan sesama iman saja tak akur, apalagi dengan yang di luar iman


Dion Hardi mengaku telah mengucurkan dua belas milyar rupiah untuk membiayai demo anti-Gus Dur tersebut. Fakta seperti itu mengilhami lahirnya sebuah idiom politik-populer, “Maju tak gentar, membela yang mbayar.”
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
Amien menyatakan akan menelpon Gus Dur untuk membantah tuduhan tersebut. Dia mengatakan bahwa semua orasi yang disampaikan dalam aksi Monas tidak ada yang mengindikasikan ke arah upaya pendongkelan Gus Dur.
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [2]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
Aksi Siaga Sejuta Umat 7 Januari 2000 atau Aksi Monas ini sengaja dilakukan untuk menciptakan image ketakmampuan Gus Dur dalam mengatasi disparitas politik di kawasan pergolakan Maluku. Gus Dur tidak gentar.
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
![Sikap Gus Dur Menghadapi Kelompok Islam Garis Keras [1]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-62-825x510.png)
Amin memiliki asumsi dasar bahwa tauhid sebagai doktrin sentral dalam Islam dipandang sebagai paradigma teologis yang bersifat memerdekakan atau membebaskan manusia.

