[Ngaji Ihya’] “Ngeyel”: Bahaya Lisan dan Patologi Sosial
Di era informasi digital seperti saat ini, tidak hanya bahaya lisan, namun agaknya jari-jari pun tidak kalah berbahaya (aafaatul ashaabi’).
Di era informasi digital seperti saat ini, tidak hanya bahaya lisan, namun agaknya jari-jari pun tidak kalah berbahaya (aafaatul ashaabi’).
![[Ngaji Ihya’] “Ngeyel”: Bahaya Lisan dan Patologi Sosial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200706_121102_956-825x510.jpg)
![[Ngaji Ihya’] “Ngeyel”: Bahaya Lisan dan Patologi Sosial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200706_121102_956-825x510.jpg)
Kitab Ihyā’ termasuk jenis karya targhīb atau etika. Autentisitas ragam dalil yang dikutip tidak harus ketat layaknya kitab mengenai akidah dan fikih. Penerapan kriteria sama untuk karya tasawuf dengan keduanya sama saja dengan membandingkan apel dengan jeruk.

