AI dan Pudarnya Nalar Kritis Mahasiswa
Ketergantungan mahasiswa pada AI memicu kekhawatiran pudarnya nalar kritis. Lalu, bagaimana seharusnya AI digunakan dalam dunia akademik?
Ketergantungan mahasiswa pada AI memicu kekhawatiran pudarnya nalar kritis. Lalu, bagaimana seharusnya AI digunakan dalam dunia akademik?


Mahasiswa kini terjebak dalam budaya “ijazahisme”, mengejar gelar tanpa memahami makna Tri Dharma.


Penting bagi mahasiswa untuk menemukan persoalan serius yang terjadi di masyarakat dengan tidak hanya mengandalkan pada media sosial, melainkan juga melebur pada masyarakat.


Praktik religius seperti salat dan menghafal Al-Qur’an dapat meningkatkan ketahanan mental, menjauhkan dari stres dan gangguan mental.


Seorang mahasiwa di perguruan tinggi Islam tidak hanya mempelajari ilmu agama, melainkan juga ilmu lain dengan payung paradigma integrasi keilmuan.


Sebagai generasi muda bangsa, Kita perlu memahami nilai-nilai beragama secara inklusif agar kita mampu mengamalkan dan mempraktikkannya dengan cara cerdas dan santun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat multikultural


Seorang pemimpin termasuk pimpinan mahasiswa harus cerdas menggunakan daya pikirnya termasuk mengatasi masalah kehidupan. Makna fathonah juga bisa diperluas dengan kemampuan mengantisipasi dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi kemudian.


Sekalipun menjadi menteri beliau tidak susah untuk ditemui. Beliau tidak pelit memberikan rekomendasi kepada murid-muridnya.


Universitas al-Azhar dan Pengarusutamaan Mazhab Ahlussunah Wal Jama'ah


90% Mahasiswa UIN Bandung Dapat Keringanan UKT 10%. Ada juga mahasiswa yang dapat pemotongan 20%. Kalian dapat potongan berapa?

