Memorial 100 Hari Wafatnya KH. Agus Sunyoto (3)
Menulis sejarah mengandung sebuah “misi moral,” bukan semata-mata menafsirkan peristiwa sosial dengan sikap yang (seolah-olah) “obyektif".
Menulis sejarah mengandung sebuah “misi moral,” bukan semata-mata menafsirkan peristiwa sosial dengan sikap yang (seolah-olah) “obyektif".

