[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [2]: Pesan tentang Keputusan
Mbah kan sudah tua, saya pikir sudah agak lemah kalau untuk bekerja, ya barangkali Mbah memunguti kamboja-kamboja untuk itu.
Mbah kan sudah tua, saya pikir sudah agak lemah kalau untuk bekerja, ya barangkali Mbah memunguti kamboja-kamboja untuk itu.
![[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [2]: Pesan tentang Keputusan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-1-825x510.png)
![[Cerpen] Kamboja Tanpa Tangkai [2]: Pesan tentang Keputusan](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-5-1-825x510.png)
Keesokan harinya, kejadian seperti itu pun berulang. Sosok tersebut kali ini tidak mendecakkan lidah seperti biasanya. Ya. Dia hanya berdeham, lalu melafalkan ayat yang benar untuk membenarkan hafalannya
![[Cerpen] Mengagumi Namun Tak Bisa Memiliki](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Desain-tanpa-judul-3-825x510.jpg)
![[Cerpen] Mengagumi Namun Tak Bisa Memiliki](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Desain-tanpa-judul-3-825x510.jpg)