Sel-Sel NII (Bagian VII): Modernis Radikal, Tradisional Radikal
Radikalisme bisa datang dari penganut Islam puritan dan tradisional tergantung kekhasan wilayah dan kondisi.
Radikalisme bisa datang dari penganut Islam puritan dan tradisional tergantung kekhasan wilayah dan kondisi.


Beberapa pesantren lain tidak terkait langsung dengan Ngruki, tetapi mempunyai irisan perjuangan dengan Abu Bakar Ba’asyir yaitu Nizam Islam atau Khilafah Islamiyah


Ngruki mungkin mengajarkan cara pandang yang radikal tentang Islam, tetapi tidak lalu semuanya jadi teroris


Aktivis JI menggunakan kedok kotak amal untuk mendanai aktivitas jihadisnya.


Untuk urusan akidah, belajarlah ke NU. Soal manajemen, belajarlah ke Muhammadiyah. Untuk ruhul jihad, belajarlah ke Persis.


Faksi Fi Sabilillah adalah pewaris ideologi NII yang menyerukan jihad qital (perang fisik) untuk menegakkan hukum Allah.


Saya mengamati, faksi fillah sudah lumpuh. Tidak ada agenda politik yang mengancam. Sisa-sisa kejayaannya hanya bendera NII, yang dipajang di kediaman keluarga Bakar Misbah.


Cita-cita DI/NII itu sudah redup di generasi cucu. Mereka bahkan tidak banyak tahu seputar perjuangan kakeknya. Mereka cuma ingin hidup tenteram, tanpa stigma.

