Sunan Pandanaran II: Perjalanan Spiritual Menuju Cinta Ilahi
Ketika harta dan jabatan ditinggalkan, justru di sanalah kemuliaan sejati ditemukan
Ketika harta dan jabatan ditinggalkan, justru di sanalah kemuliaan sejati ditemukan


Di tengah modernitas masyarakat Singapura, tradisi ziarah makam wali masih memiliki nilai penting dalam level agama, kultural dan sosial. Tidak jarang pula, banyak tokoh masyarakat maupun politisi di sana berkunjung ke sana terleih lagi ketika ‘musim politik’.


Dalam pandangan agama, seorang yang tidak berilmu, al-jāhil, itu mustahil menjadi kekasih (walī) Allah ( يستحيل شرعا أن يكون وليا لله تعالى)


Terhadap perkara gaib, baik yang hakiki maupun yang nisbi, yang akal tidak sanggup mencernanya, sehingga bagi setiap muslim hanya wajib mengimaninya. Hal gaib dengan demikian adalah terkategori sebagai perkara logis yang supra rasional.


Seseorang bisa diangkat derajatnya menjadi wali bukan karena ia tidak memiliki nafsu basyariah, tapi karena sanggup mengelola dan melampaui nafsu-nafsu itu


Wali adalah ia yang telah dapat membebaskan diri dari jerat hawa nafsunya, kecenderungan-kecenderungan jiwa rendahnya, dan hubungan dirinya dengan alam sekitar.

