FUNTASTIC GENERATION; Rekonstruksi Visi dan Misi Semua Generasi

 

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَات

Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah..

Izinkan di awal khutbah ini saya berwasiat, khususnya untuk diri saya sendiri, dan umumnya bagi Anda sekalian, marilah kita tingkatkan kualitas Taqwa kita kepada Allah SWT.

Taqwa adalah takut hanya kerena Allah SWT, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Kadar ketakwaan kita akan menjadi solusi atas semua problematika hidup kita yang tak berkesudahan, dan menjadi sebab rezeki kita berkelimpahan dari pintu-pintu yang tak terduga.

wa may yattaqillāha yaj’al lah makhrajā, wa yarzuq-hu min aiu lā yatasib.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (QS. At-Thalaq: 2-3).

Hadirin sidang Jum’ah yang berbahagia.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa pada setiap organisasi, juga di instansi pemerintah dan perusahaan swasta, termasuk di setiap lembaga pendidikan, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya (pasti) memiliki Visi dan Misi, sebagai tujuan besar, the big yes, dan yang diperjuangkan oleh seluruh civitas akademika.

Banyak ahli mendefinisikan tentang apa itu Visi dan Misi.

Dari ragam pendapat ahli, baik dari dalam maupun luar negeri, ada satu definisi sederhana dan paling membumi, yaitu: Visi adalah jawaban dari pertanyaan what do you want to be (Anda ingin jadi seperti apa?), sedangkan Misi adalah jawaban atas pertanyaan What do you want to do (Apa yang Anda lakukan untuk meraih visi?).

Sebagai contoh, VISI UINSA adalah Menjadi Universitas Islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional

Sedangkan MISI UINSA adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan ilmu-ilmu keislaman multidisipliner serta sains dan teknologi yang unggul dan berdaya saing.
  2. Mengembangkan riset ilmu-ilmu keislaman multidisipliner serta sains dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
  3. Mengembangkan pola pemberdayaan masyarakat yang religius berbasis riset

Visi dan Misi bagi kebanyakan orang ibarat dua keping mata uang, keduanya harus ada, dan tak terpisahkan. Bahkan tidak sedikit yang menyatukan keduanya, Visi-Misi.

Life is not Career, hidup bukanlah sekedar mengejar karir, tetapi hidup adalah bagaimana kita bisa wujudkan mimpi besar kita (Vision) dan terus berjuang, terus berproses mewujudkannya sampai mati (Mission).

Lalu apa Visi-Misi hidup kita, sehingga hidup yang sekali ini benar-benar berarti. Baik dalam relasi vertikal (hablun minallah), horizontal (hablun minannas), dan internal (hablun minannafs).

Visi-Misi yang sebaiknya kita bangun adalah M.A.A. Mahabbatullah, Anfa’uhum linnas, dan Almuta’allim. Mencintai dan dicitai Allah, bermanfaat bagi sesama, dan terus berproses meningkatkan kualitas diri sebagai “Pembelajar”.

Apapun profesi kita, apapun aktivitas harian kita, dimanapun dan bersama siapapun, jawablah: Apakah semua itu akan semakin mendekatkan cinta kita kepada Allah? Apakah semuanya itu bisa berdampak manfaat bagi sesama? Dan Apakah semua itu bisa membuat Anda semakin bertambah baik dan terus bertambah baik?

Jika jawaban Anda “YA”, maka You are on the right track. Anda sudah berada di jalan yang benar.

Hadirin sekalian yang sangat dibanggakan Allah SWT.

Berikut akan dijelaskan secara singkat, apa dan bagaimana M.A.A.

Pertama, Mahabbatullah, atau Cinta kepada Allah.

Sebelum saya jelaskan apa dan bagaimana meraihnya. Ada baiknya kita renungkan firman Allah berikut terlebih dahulu:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzariyat ayat 56)

Mengabdi atau biasa diterjemahkan secara bebasnya adalah ibadah, merupakan aktifitas spiritual. Di dalamnya ada ibadah Mahdhah maupun Ghairu Mahdhah. Semuanya  akan bermuara pada Mahabbatullah.

Imam Al Ghazali menegaskan, bahwa cinta kepada Allah adalah tujuan utama dan tertinggi dari seluruh derajat atau level spiritualitas.

Pertanyaannya adalah darimana kita memulai untuk meraih cinta-Nya?

Jawabnya, dimulai dari memperbaiki shalat kita, karena di dalam bacaan Shalat terkandung ekspresi Syukur kita sebagai makhluk kepada Sang Khaliq. Simaklah bacaan Shalat kita itu. Doa iftitah dimulai dengan Hamdalah (bersyukur), Surat Alfatihah yang pertama (usai Basmalah) kita baca adalah hamdalah.

Bacaan ruku’ mengandung Hamdalah. I’tidal pun demikian. Bahkan saat sujudpun bacaannya mengandung maksud Hamdalah, selain memuji-Nya.

Maka ketika kita pandai Bersyukur, Allah makin cinta dan akan melipatgandakan kenikmatan-Nya untuk kita

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Kedua adalah Anfa’uhum linnas, memberi manfaat kepada sesama makhluk.

وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Lalu apa yang harus kita lakukan agar hidup ini bermanfaat?

Seringlah berbagi, baik harta kita untuk sedekah, energi (pikiran dan tenaga), atau minimal berdoalah untuk kemaslahatan umat manusia, karena sesungguhnya, doa-doa kebaikan kita akan di-amini Malaikat, dan berpotensi besar untuk dikabulkan Allah SWT.

Ketiga adalah Almuta’allim, yang saya terjemahkan secara bebas adalah manusia pembelajar. Yang setiap harinya terus berusaha tak mengenal lelah memperbaiki diri, atau meningkatkan kualitas hidupnya. Bagaimanapun, fitrah manusia adalah makhluk terbaik ciptaan Allah SWT, master piece ciptaan Tuhan yang terbaik, dan tidak mungkin ada “produk” Tuhan yang gagal.

Ingatlah Qur’an surat At-tiin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ

Manusia seperti kita yang hadir di Majelis ini adalah pengemban amanah sebagai Khalifah (pemimpin) jagat raya. Meskipun ketika manusia pertama kali diciptakan Allah SWT bernama Adam, nyaris terjadi “demo” besar-besaran yang akan dilakukan para Malaikat, penjaga langit, bumi, dan alam semesta, tetapi kemudian Allah menjawabnya dan membela manusia didepan para Malaikat, yang pada akhirnya semuanya diam dan taat kepada Allah SWT tanpa syarat. Hal ini tercermin dalam Qur’an, surat Al Baqarah ayat 30.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

  بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

  اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ   أَمَّا بَعْدُ  فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى وَأَهْلِى وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Ya Allah..

Jadikanlah pusat kesadaran kami adalah kecintaan kepadaMu.

Jadikanlah motivasi utama kami dalam hidup adalah untuk menjadi Rahmatan lil ‘alamin, dengan memberi manfaat sebesar mungkin kepada sebanyak mungkin umat manusia.

Dan jadikanlah alasan utama kami melanjutkan hidup adalah untuk terus menerus memperbaiki diri kami, keluarga kami dan masyarakat kami, menuju ridhaMu. Hingga kami semua kembali dalam pelukan cintaMu

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

0
Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.