Cinta, Itu Saja

kompasiana.com

Ingin menutup matamu dari belakang
Berharap engkau tak bisa menebak siapa
Tapi begitu mudah engkau menyebut namaku
Hanya dari bau keringatku yang menyelusup ke hidungmu

Ada saat di mana aku ingin tetiba di sampingmu
Seperti setan yang entah bagaimana bisa di mana mana
Membayangkan engkau menjerit kegirangan menyambutku
Berdua melayang tanpa kata kata

Aku tumbuh dengan ketakutan ketakutan
Hanya sanggup mengirim isyarat yang sejelas apapun takkan cukup bagi seorang perempuan
Bahkan kutulis sebuah lagu untukmu dan membanjirimu dengan kado-kado
Karena sekali cinta diucapkan aku tak sanggup membayangkan jika itu mungkin suatu saat akan menyakitkan

Pada akhirnya engkau di batas terjauh jalan
Menetapkan sebuah putusan
Seperti petani jika tak ada turun hujan
Sungai pun dibendung agar air tetap mengaliri tetumbuhan

Aku tahu engkau menangis sekuat apa engkau menahan
Engkau pun tahu aku di sini kesakitan
Menatap ke langit barangkali menemukan guratan
Bahwa cinta itu telah ditetapkan

Ini bukan ketetapan sudah pasti
Aku hanya naif berharap kesempurnaan surga padahal masih di bumi
Cinta tak menawarkan apa apa
Kecuali keberanian menyangga beban semesta. Itu saja!

Surabaya, 28 September 2021

0

Budayawan yang Tinggal di Sidoarjo

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.