Puisi ‘Aku Ingin’ Sapardi Djoko Damono Hakikat Cinta Tasawuf
Puisi “Aku Ingin” menghadirkan cinta yang matang, cinta yang tidak sibuk menuntut balasan, tetapi menemukan maknanya dalam keikhlasan memberi.
Puisi “Aku Ingin” menghadirkan cinta yang matang, cinta yang tidak sibuk menuntut balasan, tetapi menemukan maknanya dalam keikhlasan memberi.


Cinta seharusnya menghadirkan ketenangan dan kasih sayang, bukan ketakutan dan kendali. Dalam Islam, rumah tangga dibangun di atas rahmah dan keadilan—bukan kepemilikan atau ketaatan sepihak. Artikel ini mengajak kita menengok kembali makna cinta dalam keluarga Muslim: bagaimana ajaran Nabi menempatkan perempuan sebagai amanah, bukan objek kuasa. Sebab cinta sejati adalah yang menumbuhkan rasa aman, menghormati pilihan, dan menjadikan rumah sebagai ruang tumbuh bersama, bukan ruang tunduk


Dalam kondisi kemabukan cinta, tak satu entitas pun dapat menjelaskannya.


"When we're hungry, love will keep us alive" (Ketika kita lapar, cinta akan menghidupi kita).


Karena sekali cinta diucapkan aku tak sanggup membayangkan jika itu mungkin suatu saat akan menyakitkan


Pada episode kali ini, Arrahim Podcast membincang fenomena ramainya hari Valentine dengan seorang biarawati dan ustadzah dengan suasana yang hangat dan asyik. Gak percaya? langsung simak saja obrolannya di Arrahim Podcast.


Mengenalkan kepribadian kanjeng Nabi saw diharapkan agar beliau menjadi idola hingga akhlak, adab dan sunnah-sunnah mulia yang beliau miliki dapat ditiru, demikian akan menimbulkan cinta dan bahkan pada beliau


Saya juga memiliki banyak teman laki-laki yang merasa terbebani dengan budaya patriarki yang sangat mengikat. Dia keberatan dengan gambaran laki-laki yang harus kuat dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya.


![[Puisi] Menggerus Cinta](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-8-1-825x510.png)
![[Puisi] Menggerus Cinta](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/09/Untitled-design-8-1-825x510.png)
Banyak karya yang menarasikan bahwa cinta mati kesedihannya sanggup mengeringkan cadangan air mata. Padahal, itu hanya fase jatuh cinta yang hanya berumur dua sampai tiga tahun. Di fase ini, orang tidak membicarakan realitas hidup, hingga muncul lah istilah, “cinta itu buta”

