Maknai Kemerdekaan: Mari Belajar Sejarah!

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثٗا يُفۡتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١١١

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Masih dalam momentum bulan kemerdekaan, khotib ingin mengajak hadirin memaknai arti sebuah kemerdekaan bangsa tercinta ini!

Kemerdekaan bangsa ini memang diraih dengan segenap jiwa, raga, dan darah para pejuang pendahulu. Namun, sayangnya hari ini sebagian besar dari kita lupa tentang jati diri bangsa sendiri. Coba kita bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita memahami sejarah bangsa ini dengan baik?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari ini, kita terlalu sibuk dengan hal-hal yang belum menyentuh substansi akar permasalahan bangsa. Berbagai isu rentan dipermainkan oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba sesama masyarakat.

Memaknai usia bangsa ke-80, rasanya kita perlu menepi agar tidak mudah larut isu yang bias. Sekalipun, dalam perspektif—subjektif kita—pejabat pemerintah berbuat zalim atau bersikap arogansi, boleh kok kita evaluasi pemerintahan! Namun, jangan lupa untuk evaluasi diri sebagai rakyat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Memang hidup di bangsa–yang penuh keunikan—ini butuh kesabaran, bangsa ini sedari dulu melewati fase-fase yang sulit. Dinamika detik-detik menjelang kemerdekaan pun demikian, sangat dramatis.

Memaknai hari ulang tahun bangsa perlu kesadaran penuh memahami sejarah berdirinya bangsa. Tanpa mengenal sejarah bangsa sendiri, hakikat kemerdekaan itu akan buram tak jelas.

Partisipasi sebagai masyarakat yang baik—menurut khotib—adalah turut mengenalkan sejarah pada generasi muda, melalui ruang kelas, ruang tamu, sampai ke surau-surau kecil.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Bung Karno mengingatkan kita agar memegang Jas Merah; “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Sebetulnya pesan itu senada dengan apa yang disampaikan oleh Allah dalam surah Yusuf ayat 111.

لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

Bahwa ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari sejarah para pendahulu kita. Meski ayat ini mengingatkan kita memahami cerita para Nabi, termasuk yang dimaksud oleh ayat di atas adalah cerita Nabi Yusuf.

Namun, pesannya adalah cerita atau sejarah para pendahulu mengandung banyak pelajaran bagi generasi sekarang, tapi ingat! Bagi orang-orang yang berakal! Andai sejarah tidak penting, mengapa Allah perlu menceritakan sejarah para nabi dan umat terdahulu di dalam Al-Qur’an?

Ya, semoga saja kita—yang hadir di sini—termasuk orang-orang yang berakal dan dapat belajar banyak dari sejarah!

Terlebih, hari ini ada upaya dari pemegang kebijakan untuk membakukan sejarah bangsa. Sebagai rakyat yang baik, kita harus terlibat secara dominan untuk memahamkan sejarah pada generasi muda dari berbagai versi, bukan hanya satu versi yang akan dibakukan itu!

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk memahami sejarah bangsa dengan baik, agar bisa turut menjadikan Indonesia sebagai bangsa berperadaban.

Sebagai penutup, khotib mengutip kalam ulama.

لَا حُرِّيَةَ اِلَّا بِالدِّينِ، وَلَا الدِّينَ اِلَّا بِالجَمَاعَةِ، وَلَا الجَمَاعَةَ اِلَّا بِالعِمَارَةِ، وَلَا عِمَارَةَ اِلَّا بِالطَّاعَةِ، وَلَا طَاعَةَ اِلَّا بِالعِلْمِ

Tidak ada kemerdekaan (yang hakiki) tanpa agama, tidak ada agama tanpa kebersamaan (jemaah), tidak ada jemaah (yang kokoh) tanpa kepemimpinan, tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan, dan tidak ada ketaatan kecuali dengan ilmu.

هَدَانِيَ اللهُ وَاِيَاكُمْ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ قَوْلٍ بِلَا عَمَلٍ.

أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 Khotbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

2

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.