



Perbedaan mendasar antara sains dan agama adalah bahwa dalam sains, seorang saintis akan dengan gembira menyambut koreksi dan kritik oleh sesama koleganya manakala teori yang ia ajukan terbukti salah; atau, dalam istilah filsuf Karl Popper, “di-falsifikasi”. Dia tidak akan mengkafirkan saintis lain yang telah mengoreksinya, apalagi melaporkannya ke majlis inkuisisi untuk diadili.
Pegiat Ngaji Ihya Ulum al-Din dan al-Munqidh min al-Dalal Online