Amanda Ailsa Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya

Kisah Seekor Anjing Pembela Rasulullah dan Para Sahabat

2 min read

Sumber: Islami.co

Seperti yang kita ketahui anjing merupakan salah satu hewan yang banyak ditakuti oleh sebagian orang, karena dianggap suka menggigit dan seluruh bagian tubuhnya bersifat najis. Namun, tahukah kamu pada zaman Nabi Muhammad saw. terdapat seekor anjing yang pemberani membela Rasulullah dan sahabat nabi ketika beliau dihina.

Rasulullah saw. merupakan utusan Allah swt. dan merupakan manusia yang paling mulia di muka bumi ini.  Oleh karena itu, siapapun pasti tidak akan rela jika baginda saw. dihina. Bahkan hewan pun ikut memperlihatkan sikap ketidaksukaannya ketika Rasulullah dihina, salah satunya diperlihatkan oleh seekor anjing.

Kisah yang pertama yaitu seperti yang diriwayatkan oleh Jamaluddin Ibrahim bin Muhammad ath Thibi. Terdapat seekor anjing yang marah ketika mendengar seorang penguasa Mongol yang menjadi nasrani menghina Rasulullah saw. Suatu hari, para penguasa Mongol berkumpul pada suatu acara. Salah satu dari mereka memberikan sambutan berupa pidato. Namun, dalam sambutannya terdapat kata-kata yang berisi penghinaan kepada Rasulullah saw.

Dikarenakan orang tersebut terus-menerus melakukan penghinaan kepada Rasulullah saw. maka, seekor anjing yang berada di ruangan tersebut tiba-tiba menerkam dan mencakar wajah orang tersebut. Sampai akhirnya para hadirin yang hadir dalam ruangan tersebut melerai keduanya, dan kembali mengikat anjing tersebut. Lalu, terdapat salah seorang hadirin berkata, “Hal ini karena hinaanmu kepada Muhammad.”. Namun, orang yang menghina itu berkata, “Bukan, tetapi anjing itu terlalu peka. Dia melihat tanganku bergerak ke arahnya, jadi dia mengira bahwa aku akan memukulnya.”

Kemudian ia kembali melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad, dan mengulangi hinaan tersebut secara terus-menerus. Pada akhirnya anjing yang tadi sudah diikat, kembali menyerangnya dengan cara mencakar-cakar wajahnya dan menggigit lehernya, lalu menarik lehernya hingga putus, sampai akhirnya orang tersebut meninggal dunia.

Baca Juga  Membaca Tasbih: Cara Elegan Menghadapi Kehidupan yang Rumit

Namun yang perlu kita ketahui yaitu terdapat hikmah dari kisah ini. Setelah kejadian ini, ada kurang lebih sebanyak 40.000 orang Mongol yang memutuskan untuk berpindah agama dari nasrani menjadi memeluk agama islam.

Selain kisah tersebut, terdapat kisah lainnya yang memperlihatkan tindakan seorang anjing yang berani membela sahabat nabi ketika mereka dihina. Dalam kisah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Pada mulanya, ketika Rasulullah sedang duduk-duduk dengan sahabatnya, kemudian datanglah seorang sahabat dengan kaki yang berlumuran darah.

Seorang sahabat tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, aku tadi berpapasan dengan seekor anjing milik si Fulan yang munafik. Kemudian dia menggigit betisku.”. Setelah itu, Rasulullah pun mempersilahkan seorang sahabat tersebut untuk duduk.

Tak lama kemudian, ada seorang sahabat lagi yang datang kepada Rasulullah dan kakinya pun bercucuran darah. Lalu, ia berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku tadi berjumpa dengan seekor anjing milik si Fulan, dia menggigit kakiku.”

Setelah mendengar perkataan dari kedua sahabat tadi, Rasulullah pun memutuskan untuk bertindak menemui anjing tersebut, kemudian membunuhnya. Namun, ketika Rasulullah sedang menemui anjing tersebut dan salah satu sahabatnya mengarahkan pedang ke anjing tersebut, anjing tersebut mendekati Rasulullah dan berkata dengan bahasa yang fasih selayaknya manusia, “Janganlah kalian membunuhku. Sebab aku merupakan seekor anjing yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Kemudian Rasulullah pun bertanya kepada anjing tersebut, “Mengapa engkau menggigit kedua kaki orang ini?” Anjing tersebut pun menjawab, “Wahai Rasulullah. Aku adalah anjing yang diperintahkan oleh Allah untuk menggigit siapa saja yang berani mencela Umar bin Khatab dan Abu Bakar As-Sidiq.”

Karena mendengar perkataan dari anjing tersebut, kedua sahabat Rasulullah yang kakinya digigit tadi pun mengakui kesalahannya, dan mereka berjanji untuk bertaubat kepada Allah swt. dan Rasul-Nya.

Baca Juga  Ka'bah Sepi: Mencari Ilahi dengan Menziarahi Alam dan Diri

Begitulah kisah seekor anjing yang berani membela serta tidak terima ketika Rasulullah saw. dan sahabatnya yaitu Umar bin Khatab dan Abu Bakar As-Sidiq dihina. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa Rasulullah saw. merupakan manusia yang paling mulia, selain itu kedudukan Umar bin Khatab dan Abu Bakar A-Sidiq di sisi Rasulullah saw. sangatlah mulia. Sehingga semua makhluk akan sangat menyayangi  Rasulullah saw. dan para sahabatnya, termasuk anjing sekalipun.

Maka dari itu, kita juga harus meneladani Rasulullah dan menyayangi beliau serta para sahabatnya. Selain itu, tidak sepatutnya juga kita melukai atau bahkan sampai membunuh anjing, sekalipun kita percaya kepada mashab syafi’i yang menjelaskan bahwa seluruh bagian dari tubuh anjing itu bersifat najis. Kita hanya boleh membela diri apabila ada anjing yang akan menyerang atau melukai kita. (mmsm)

 

 

 

 

 

 

Amanda Ailsa Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya