Selektif dalam Tontonan: Menjaga Hati dan Akidah di Dunia Digital

sumber: IDNTimes

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ١٠٣

Jemaaah Salat Jumat yang dirahmati Allah,

Teknologi informas saat ini luar biasa berkembang pesat, 20 tahun yang lalu kita mungkin hanya bisa dapatkan informasi melalui tontonan televisi. Sekarang, informasi bisa didapat melalui media sosial juga, bukan?

Saking derasnya informasi, sebagian kita sulit membedakan mana yang benar dan hoaks. Hal ini menuntut kita agar pandai-pandai untuk dapatkan informasi.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di era disrupsi ini, banyak nilai-nilai kebenaran tercerabut dari akarnya. Hal baik dianggap tidak baik, sedangkan hal buruk dianggap wajar atau sah-sah saja, entah hadirin salat Jumat sepakat atau tidak dengan khotib tentang hal ini!

Di Bulan Oktober ini, umat dihadapkan berbagai isu yang membuat kita geleng-geleng, di bulan ini juga, obat kepenatan itu hadir; Habib Umar bin Salim bin Hafiz. Habib Umar datang dengan segudang cinta dan nasehat yang menenangkan, persis menjadi obat penatnya hati yang keras dan pikiran yang naif.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Adakah dari jemaah yang merasa miris dengan suguhan tontonan di media sosial dari beberapa influencer yang berani bicara Islam tanpa didasari ilmu? Kalau ada berarti kita sama. Benar! Hari ini banyak orang yang berani bicara tentang Islam, tetapi tidak memiliki kapasitas yang cukup. Miris, ya!

Khotib menyeru kepada hadirin, agar selalu selektif dalam tontonan di media sosial. Bagaimanapun, media sosial yang awalnya sebagai alat komunikasi berubah menjelma sebagai sumber informasi dan pengetahuan.

Betapa bahayanya, jika kita dapatkan substansi tontonan yang tidak sesuai dengan otoritas keilmuan keislaman!

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Imam Ghozali ingatkan kita pada bab Adab al-Musafir dalam Ihya Ulumuddin.

فَاِنَّ المَرْءُ عَلَي دِيْنِ خَلِيلِهِ وَلَا يُعْرَفُ الرَجُلُ اِلَّا بِرَفِيقِهِ

Sungguh, seseorang itu tergantung pada agama temannya dan seseorang itu tidak—dapat—diketahui—hakikat dirinya—kecuali dari temannya.

Tontonan media sosial—sekarang—menjelma menjadi teman keseharian kita. Tentu, pesan Imam Ghozali ini ingatkan kita agar berteman dengan orang yang beragama baik dan benar. Bagaimana pun teman atau tontonan bisa mempengaruhi seseorang dalam bersikap, maka sudah seharusnya kita selektif dalam tontonan, bukan?

Hadirin rahimakumullah,

Andai hari ini kita tidak menikmati tontonan yang provokatif, atau yang memecah belah umat, atau tontonan yang terlihat “islami” tapi malah jauhkan dari Islam, sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah Swt. Terlebih kita tidak belajar agama kepada mereka. Masyallah! Kita patut bersyukur atas kenikmatan yang luar biasa itu.

Riwayat Abu Dawud, Nabi Muhammad saw. bersabda,

مَنْ أَرَادَ اللهُ بِهِ خَيرًا رَزَقَهُ خَلِيلًا صَالِحًا، إِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ وَإِنْ ذَكَرَ أَعَانَهُ 

Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, Allah berikan rezeki berupa teman yang saleh. Jika ia lupa sang teman akan ingatkan dirinya, begitu pun sebaliknya, jika ia ingat akan membantu saudaranya.

Jemaah salat Jumat yang berbahagia,

Semoga Allah selalu menghendaki kebaikan demi kebaikan atas diri kita semua. Amin … Walhasil, kita perlu berteman dengan orang-orang alim nan saleh, termasuk “berteman” dengan media sosial. Setidaknya, dengan seleksi tontonan tersebut, kita bisa dapatkan kebahagiaan dan ketenangan, yang hari ini terasa mahal.

أَقوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.