Potongan Ceramah dan Krisis Penafsiran Agama di Era Digital
Ketika ceramah dipotong dan diviralkan, tafsir agama tak lagi lahir dari proses panjang, tetapi dari timeline dan kolom komentar
Ketika ceramah dipotong dan diviralkan, tafsir agama tak lagi lahir dari proses panjang, tetapi dari timeline dan kolom komentar


Khutbah Jumat ini mengajak umat Islam bijak bermedia sosial di era digital. Umat diingatkan untuk selektif terhadap tontonan dan informasi agar terhindar dari hoaks serta konten menyesatkan, demi menjaga iman, akhlak, dan ketenangan hati di tengah disrupsi informasi.


Citra pesantren kerap tampil berbeda di layar media, antara kesalehan dan kontroversi. Artikel ini menelisik bagaimana framing media membentuk persepsi publik tentang pesantren, sekaligus mengajak pembaca melihat ulang realitas di balik “cermin retak” pemberitaan.


Jakarta – Moderasi beragama menjadi agenda penting dalam menjaga harmoni sosial, kebhinekaan, dan perdamaian di masyarakat Indonesia yang multikultural dan multireligius. Peraturan Presiden (Perpes) Moderasi Beragama Nomor 58 tahun 2023 bahwa Kementerian Agama (Kemenag) RI menjadi institusi yang menjadi leading sector implementasi moderasi beragama yang dengan berkolaborasi antar lintas sektor, termasuk media. Sub Direktorat Bina […]


Kehadiran media hari ini tidak hanya digunakan untuk menjalin komunikasi, tetapi juga dijadikan sebagai sarana dakwah.


Bermedia sosial harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan.


Dr. Asim Naeem (Institute of Islamic Studies, Pakistan) mengatakan "Budaya Pakistan adalah keberlanjutan dari tradisi masyarakat Hindu masa lalu. Hari ini, kendati telah berpisah sejak 70 tahun lalu, karakter kebudayaan di Pakistan masih tetap sama dengan di India"


Salam Forum adalah platform penting untuk pertukaran ide dan pendekatan inovatif yang digunakan tidak hanya untuk mempromosikan pesan damai tetapi juga untuk melawan ekstremisme di ruang digital


Media telah menempatkan agama sebagai objek pembicaraan sehari-hari dengan proses pemaknaan yang beragam dan kontestatif, tidak lagi bersifat absolut dan elitis.


Dunia anak seharusnya masih dalam lingkup bermain, sehingga saat masa bermain tersebut telah usai, si anak akan mengalami perkembangan yang sempurna.

