Menafsir al-Qur’an dengan Hati
al-Qur’an menyediakan dirinya untuk menjadi petunjuk bagi siapapun, termasuk kita yang bukan siapa-siapa ini.
al-Qur’an menyediakan dirinya untuk menjadi petunjuk bagi siapapun, termasuk kita yang bukan siapa-siapa ini.


Alam raya merupakan manifestasi Tuhan. Menjaga alam raya bukan hanya karena mereka dibutuhkan manusia, tapi karena cinta terhadap alam raya. Cinta ini tumbuh tanpa tanya apa dan mengapa. sebagaimana mawar yang sedang mekar, ia mekar tanpa alasan mengapa ia mekar.


Jagad raya merupakan tanda (sya’air) bagi orang-orang beriman untuk menghormatinya. Sedangkan, tradisi Kekristenan, St. Francis of Assisi berpandangan bahwa jagad raya adalah 'unity'. Bahwa rahmat Tuhan itu hadir untuk seluruh mahkluknya, dan tidak terkhusus kepada manusia saja


Alasan dari perasaan cinta itu adalah tanpa adanya alasan.


Rasio kita tidak mungkin sanggup memahami esensi Allah berdasarkan hukum-hukum rasio inderawi manusia.


Jika Tuhan menciptakan makhluk yang lebih kecil dari manusia untuk menunjukkan keagungan-nya, itu bukan sesuatu yang memalukan, tapi sesuatu yang menakjubkan.




Al Qur'an ingin menghapuskan budaya dendam dan penghukuman yang kejam, dengan pemaafan dan kasih sayang.


Akibat pendekatan yang terlalu formalistik maka seringkali kita temui orang yang rajin shalat tapi pembohong kelas berat.


Bagaimana kalau laki-laki dan perempuan yang berzina itu menikah, dan anak itu lahir dari hubungan perkawinannya?

