Refleksi Maqashid Syariah dan Dimensi Nomos Islam (2)
Jesser Auda telah mengembangkan maqashid syariah klasik yang disesuaikan dengan perkembangan era kekinian sehingga memiliki jangkuan yang lebih luas.
Jesser Auda telah mengembangkan maqashid syariah klasik yang disesuaikan dengan perkembangan era kekinian sehingga memiliki jangkuan yang lebih luas.

Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah Islam bukanlah untuk membinasakan orang-orang kafir, melainkan untuk menciptakan perdamaian

Media telah menempatkan agama sebagai objek pembicaraan sehari-hari dengan proses pemaknaan yang beragam dan kontestatif, tidak lagi bersifat absolut dan elitis.

Bencana alam dapat menjadi contoh, bahwa sepahit-pahitnya ujian-ujian yang kita hadapi, kita harus berusaha untuk optimis.

Filsafat pada era modern dapat dikategorikan sebagai suatu metode olahraga berpikir (Intellectual Gym), untuk mengasah sekaligus mempertajam daya nalar umat manusia, tidak terkecuali bagi umat Islam untuk menolak doktrin radikalisme.

Alasan dibalik pengidoalaan tokoh agama tersebut tidak lain karena materi yang disampaikan mudah untuk dipahami.

Manusia dianugerahi ‘nurani’ (نوران), dua pelita, yaitu akal dan hati. Jika dalam diri seseorang pelita itu redup apalagi mati, maka yang tersisa adalah kegelapan. Dan, pada titik inilah kebencian akan lahir sebagai benih-benih terorisme

Membaca adalah jihad memerangi kebodohan yang bersemayam dalam diri dan menulis merupakan jihad menyebarkan ilmu supaya orang lain turut berilmu

Agama di Indonesia sebaiknya jangan terlalu terpenjara dalam simbol agama

Yang harus diperbaiki dalam tradisi kesarjanaan di Indonesia adalah aspek kebahasaan, terutama bahasa ilmiah.
