Humor untuk Melawan Narasi Intoleran di Media Sosial
Di tengah narasi-narasi intoleran yang mengatasnamakan agama di media sosial akun NU Garis Lucu dan Muhammadiyah Garis Lucu hadir di twitter ada untuk melawan dengan narasi humor.
Di tengah narasi-narasi intoleran yang mengatasnamakan agama di media sosial akun NU Garis Lucu dan Muhammadiyah Garis Lucu hadir di twitter ada untuk melawan dengan narasi humor.

Model pembelajaran kitab online belakangan ini memang menjadi salah satu alternatif pengajian, apalagi selama masa pandemi.

Masyarakat Asmat dapat hidup harmonis di tengah pluralitas ras, suku dan agama mesikipun keterbatasan bahasa namun tetap memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Karena pandemi, monopoli dan tafsir tunggal atas doktrin keagamaan tak bisa lagi dipertontonkan oleh siapapun dan lembaga manapun. Legitimasi ulama dalam berfatwa mesti mendengarkan otoritas keilmuan yang lain kalau tidak ingin di-delegitimasi oleh umat

Boleh jadi tahun ini akan mengulang suasana Ramadan tahun lalu. Masih tingginya angka kematian akibat Covid-19 membuat pemerintah mengatur kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, terutama yang berpotensi menimbulkan penyebaran Covid-19.

Di harlah NU ke 95 semoga jamiyyah tetap dan terus menjadi pilar berbangsa dan bernegara dengan menebarkan islam rahmatan lil ‘alamin ala manhaj ahlu sunnah wal jamaah

Toleransi itu diuji dengan perbedaan, ketika kita hidup dengan kelompok yang berbeda itulah ujian toleransi sesungguhnya.

Gus Dur, Gus Mus, Kiai Sahal Mahfudz, dan Gus Sholah, selalu menekankan dan mengingatkan agar NU berada pada jalur politik kultural

Safi menegaskan bahwa Muslim Progresif adalah sebuah konsep dasar yang memayungi mereka yang menginginkan ruang terbuka dan aman menuju sebuah keterlibatan yang ketat dan jujur dengan tradisi yang akan mengantarkan kepada aksi lebih lanjut.

Kehadiran Gus Dur di Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri oleh masayakat, betapa tidak bisa dibayangkan apa jadinya Aceh dan Papua tanpa intervensi dari Gus Dur, mungkin perang saudara akan masih tetap berlanjut, dan Papua akan bernasib sama dengan Timor Leste dengan memerdekakan diri
