Narasi Perdamaian Anti Radikalisme: Dari Pemuda Untuk Indonesia Damai
Kebencian tidak akan mampu menghapus kebencian; hanya cinta yang mampu melakukannya.
Kebencian tidak akan mampu menghapus kebencian; hanya cinta yang mampu melakukannya.

Pemuda dapat berperan dalam aksi penanggulangan terorisme terutama pelibatannya di media sosial.

Ketika masyarakat dan pemerintah saling bersinergi maka perkembangan ekstremisme dapat dibendung.

Manusia kelima adalah sebodoh-bodohnya manusia karena alim enggak, mencari ilmu enggak, mendengarkan orang alim menjelaskan ilmu enggak, menyukai ilmu pun enggak.

Lembaga sekolah yang terlihat elit, maju, memiliki sistem pendidikan yang terlihat bagus, apalagi dibumbui dengan forum parenting kepada para orang tua, tentu terlihat menggiurkan. Namun kelangsungan kehidupan beragama anak di kemudian hari juga perlu untuk diperhatikan.

Dengan wajah Islam yang rahmatan lil alamin diharapkan dapat menepis adanya Islamophobia yang masih menjadi problem cara pandang di sebagain orang.

Mungkin benar kelakar Gus Dur, bahwa hanya patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng yang memiliki kejujuran.

Anak-anak adalah generasi berharga yang harus dirawat bersama, diperhatikan betul nutrisi pendidikan yang didapatnya.

Cinta Rasulullah kepada umatnya bahkan kepada seluruh umat manusia adalah cinta tulus yang merasuk ke dalam seluruh daging, darah, sumsum, dan jiwa nya.

Pernahkah mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti: “kalau Tuhan itu Esa, kenapa agama itu banyak?”, “bisakah Tuhan menciptakan Tuhan yang lain?”.
