Anisa' Fatihah Rizki Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Membagi Waktu Sesuai Ajaran Rasulullah

2 min read

Banyak yang mengatakan bahwa waktu adalah uang yang dalam faktanya sangat benar karena waktu tidak bisa diulangi lagi atau tidak bisa dibeli. Dalam Islam waktu adalah salah satu nikmat dari Allah yang harus kita syukuri, karena dengan adanya waktu dan ridha Allah kehidupan ini dapat terus berjalan. Sesungguhnya Allah menciptakan waktu agar umatnya dapat menghargai setiap hal yang terjadi dan setiap hal yang dimiliki dalam hidupnya. Islam pun mengajarkan bahwa kita sebagai umatnya harus menghargai waktu yang ada dengan rajin melakukan ibadah kepada Allah Swt.

Kita pasti sering merasa waktu dalam sehari tidaklah cukup untuk melakukan berbagai aktivitas. Dua puluh empat jam, siang  dan malam adalah anugrah yang telah Allah berikan kepada manusia, namun sayangnya banyak yang belum bisa membagi waktu hingga akhirnya waktu terus bergulir dan penyesalanpun menyelimuti diri. Lalu bagaimana umat muslim mampu me-manage waktu dengan baik sehingga menghasilkan karya untuk waktu yang telah Allah berikan?

Sebenernya bukan waktu yang tidak cukup untuk beraktivitas, tetapi karena tidak berkahnya waktu usia kita, akhirnya semakin bertambah hari semakin menumpuk tugas -tugas  belum terselesaikan. Maka Rasulullah SAW mengajarkan  kepada umatnya untuk bisa mengelola waktu beribadah kepada Allah SWT. Bagi Rasulullah, disiplin beribadah merupakan tonggak awal seseorang bisa me-manage waktunya dengan baik. Karenanya, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar usia kita ini disejalankan dan dicocokkan dengan ibadah.

Artinya jika ingin usia kita berkah, berapapun usia yang Allah berikan, maka terlebih dahulu kenali hari-hari, waktu-waktu yang istimewa dalam syariat Islam untuk selalu diperhatikan dan diisi dengan kebaikan. Contohnya di dalam hidup kita sehari semalam ada sholat lima waktu, sholat itu waktunya telah ditentukan maka taati waktunya (Qs. An-Nisa ayat 103), selain itu ada dzikir sore maka taati waktunya.

Baca Juga  Ben Anderson, Krisis dan Redupnya Kekuasaan Jawa: Cermin Pantulan untuk Kekuasaan Jokowi (1)

Selain ibadah, Rasulullah membagi waktu untuk hal lain yang melekat pada diri sebagian pemimpin ummat muslim dan keluarga serta pembisnis. Semua kegiatan tersebut beliau lakukan pada siang hari, Rasulullah mengikuti apa yang Allah tetapkan untuk membagi waktu menjadi dua, yakini,’’ Kami jadikan malam sebagai selimut untuk istirahat dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan’’(Qs. An-Naba ayat 10-11).

Allah telah memberikan fungsi yang berbeda-beda, malam fungsinya untuk istirahat, siang untuk mencari kehidupan. Apabila dibalik akan terjadi permasalahan dalam kehidupan kita. Selain itu, turunya ayat al-Qur’an banyak terjadi ketika siang, karena pada saat itu Rasulullah sedang beraktivitas. Adapun mlam hari saat Nabi beristirahat sekali waktu turun wahyu kepada Nabi SAW. Namun di waktu malam ini pun merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampunan Allah SWT.

Al-Qur’an dan sunah sangat perhatian terhadap waktu dari berbagai sisi dan dengan gambaran yang bermacam-macam. Allah Swt telah bersumpah dengan wakty-waktu tertentu dalam beberapasurah al-Qur’an, seperti al-lail( waktu malam ), an-Nahar ( waktu siang ), Al fajar (waktu fajar), adh-Dhuha ( waktu matahari sepenggalan naik ), al-‘Ashar (masa).

Waktu luang adalah salah satu nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia. Maka Anda akan melihat mereka menyia-nyiakan dan tidak mensyukuri. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda,”Gunakanlah lima perkara sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang ajalmu.” ( HR Hakim disahihkan oleh Al Albani ).

Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu kepada semua manusia adalah sama,672 jam sebulan, dan seterusnya. Ada tuju poin rahasia majemen”modal”waktu Nabi Muhammad. Dalam waktu 23 tahun beliau telah membuat perubahan besar di Jazirah Arab. Hal ini terjadi lantaran bagusnya manajemen waktu Rasulullah.

Baca Juga  Muhammad Asad Shahab: Kemerdekaan dan Proklamasi Berbahasa Arab

Rahasia pertama adalah shalat fardhu sebagai ajang membentuk watak dan tonggak ritme hidup. Umat Islam telah membuat pemilihan waktu dalam sehari dengan jelas. Umat Islam memiliki trik majemen waktu sehingga aktivitas kita dapat terprogram dengan baik.

Rahasia kedua, berpola pikir investasi, antimanajemen waktu instan. Maksudnya, Jangan mengelola waktu dengan instan karena akan membuat kita malas dalam berproses. Persiapan segala hal untuk masa depan kita sehingga kita dapat memetik hasilnya di kemudian hari.

Rahasia ketiga, terus produktif, jangan biarkan waktumu terbuang percuma. Rahasia keempat adalah gunakan aji mumpung selagi ada peluang dan kesempatan. Rahasia kelima adalah jauhi sikap menunda-nunda. Rahasia keenam adalah cepat tetapi jangan tergesa-gesa. Rahasia terakhir adalah rutin melakukan evaluasi. Ternyata beginilah Rasulullah menggunakan dan mengelola waktu, sungguh menghargai waktu dan tidak pernah menyia-nyiakan dengan hal yang tak bermanfaat.

Waktu amat bernilai harganya. Siapa pun harus mengatur waktu secara tepat, efektif, dam efesien. Mamajemen waktu merupakan keahlian yang diperlukan semua orang. Tetapi, pada kenyataanya, manajemen waktu tak semudah dibayangkan. Terkadang kita lengah dalam memanajemen waktu.

Artikel ini mengulas salah satu sisi Rasulullah Muhammad Saw dalam memanajemen waktu. Beliau layak dirujuk sebagai teladan. Bukan saja karena seseorang nabi dan rasul, tetapi lantaran segudang aktivitas yang dijalani beliau berakhir sukses dan berbuah manis. Bahkan beliau mampu menjadi tokoh berpengaruh di dunia sepanjang sejarah. (mmsm)

Anisa' Fatihah Rizki Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya