Mohamad Khusnial Muhtar Santri dan Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Menemukan Hikmah di Sebalik Ekspedisi Tabuk

2 min read

Dzulqa’dah adalah bulan ke-11 dalam penanggalan Hijriyah. Dzulqa’dah merupakan salah satu bulan di antara empat bulan yang memiliki nilai dan keistimewaan tersendiri dalam Islam. Dalam bulan ini, terdapat beberapa peristiwa yang bersejarah dan memiliki makna penting bagi umat Muslim, salah satunya ialah ekspedisi Tabuk.

Ekspedisi Tabuk merupakan ekspedisi dalam menanggapi ancaman yang timbul dari pasukan Romawi Byzantium yang berencana menyerang wilayah Muslim. Ekspedisi Tabuk merupakan perjalanan yang menuntut ketabahan, persatuan, kepemimpinan yang kuat, dan keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan. Ketika Nabi Muhammad mengumumkan ekspedisi ini, umat Islam dihadapkan pada medan yang sulit, musim panas yang terik, dan jarak yang jauh.

Meskipun demikian, Nabi Muhammad dan para sahabatnya menunjukkan keteguhan yang luar biasa dalam menghadapi segala rintangan yang mereka temui. Mereka tidak hanya menghadapi musuh di medan perang, tetapi juga berhadapan dengan kesulitan cuaca dan kondisi perjalanan yang melelahkan. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 630 M ini memiliki hikmah dan pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan kita saat ini.

Apa sajakah hikmah-hikmah dari ekspedisi Tabuk? Bagaimana kita dapat mengambil inspirasi dari peristiwa tersebut?

Pertama, Keteguhan dalam Menghadapi Tantangan.

Pada saat itu, pasukan Muslim harus menghadapi musim panas yang sangat panas dan harus melakukan perjalanan jauh ke Tabuk, daerah yang terletak di perbatasan Suriah. Meskipun banyak kesulitan, Nabi Muhammad dan para sahabatnya menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Mereka tidak menyerah pada rintangan dan melanjutkan perjalanan mereka dengan keyakinan yang kokoh. Hikmah ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam menghadapi tantangan dalam hidup, betapapun sulitnya, karena adalah media kita menempa diri menjadi lebih hebat.

Baca Juga  Angin Segar Praktik Baik Moderasi Beragama dari Desa Jajar, Trenggalek, Jawa Timur

Kedua, Persatuan dan Kerjasama.

Ekspedisi Tabuk juga mengajarkan pentingnya persatuan dan kerjasama dalam menghadapi situasi yang sulit. Ketika Nabi Muhammad mengumumkan ekspedisi tersebut, umat Islam harus mempersiapkan diri secara kolektif. Banyak sahabat yang memberikan sumbangan dan bantuan untuk keperluan perjalanan tersebut.

Persatuan dan kerjasama dalam menghadapi tantangan merupakan fondasi yang kuat untuk mencapai kesuksesan. Untuk itu, sudah sepatutnya kita bekerja sama dengan orang lain, menghargai perbedaan, dan membangun kebersamaan dalam mencapai tujuan, karena tidak selamanya kesuksesan bisa diraih dalam kesendirian.

Ketiga, Kedermawanan dan Kepedulian Sosial.

Selama ekspedisi Tabuk, Nabi Muhammad dan para sahabatnya menunjukkan kedermawanan dan keprihatinan sosial yang tinggi. Mereka memberikan bantuan dan makanan kepada mereka yang membutuhkan, baik Muslim maupun non-Muslim. Kepedulian sosial ini mengajarkan kita pentingnya menjadi pribadi yang peduli dan memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Memberikan sumbangan dan melakukan tindakan kebaikan, serta memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain di sekitar kita, merupakan kunci kebahagiaan untuk hidup dalam kebersamaan.

Keempat, Disiplin dan Keteladanan.

Ekspedisi Tabuk juga menunjukkan pentingnya disiplin dan keteladanan dalam kepemimpinan. Nabi Muhammad dan para sahabatnya menjaga disiplin yang ketat dalam menjalankan perjalanan mereka. Mereka mengikuti perintah dan petunjuk dengan penuh kesetiaan dan kepatuhan. Keteladanan pemimpin sangat berpengaruh terhadap kelompoknya. Hikmah ini mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang disiplin, menghormati otoritas, dan menjadi panutan bagi orang lain di sekitar kita. Dengan demikian, kita bisa menjadi orang yang mulia.

Kelima, Ketahanan dalam Menghadapi Rintangan.

Ekspedisi Tabuk melibatkan perjalanan jauh dan menghadapi berbagai rintangan di sepanjang jalan. Pasukan Muslim harus mengatasi kondisi cuaca yang ekstrem, medan yang sulit, dan bahkan serangan dari musuh. Meskipun demikian, mereka tetap tegar dan tidak menyerah.

Baca Juga  Lontara Latoa: Transformasi Politik Islam di Tanah Bugis (Bag. 1)

Ketahanan dalam menghadapi rintangan menjadi hikmah penting yang dapat kita pelajari. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada rintangan dan hambatan yang dapat membuat kita tergoyahkan. Namun, dari ekspedisi Tabuk, kita belajar untuk tidak menyerah dan tetap melanjutkan perjuangan, karena hidup tidak selamanya mudah.

Keenam, Keberanian dan Kepemimpinan yang Kuat.

Ekspedisi Tabuk juga menunjukkan keberanian yang luar biasa dari Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Mereka tidak takut menghadapi musuh dan siap untuk menghadapi risiko dalam melindungi agama dan komunitas mereka. Nabi Muhammad sebagai pemimpin menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan berani. Ia memberikan dorongan kepada pasukannya dan memimpin dengan contoh yang baik. Dari situ terlihat betapa pentingnya memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan hidup dan pentingnya kepemimpinan yang kuat dalam menjalankan peran kita, tidak ada alasan lagi untuk tidak demikian.

Ketujuh, Keteguhan Iman dan Ketaqwaan.

Ekspedisi Tabuk juga memperlihatkan keteguhan iman dan ketaqwaan umat Muslim. Meskipun dihadapkan pada kesulitan dan rintangan, mereka tetap berpegang teguh pada iman mereka dan tidak meninggalkan kewajiban agama. Mereka menjaga shalat, berdoa, dan memohon perlindungan Allah SWT. Hikmah ini mengajarkan kita pentingnya mempertahankan iman dan ketaqwaan kita dalam menghadapi cobaan hidup. Ketika kita menghadapi kesulitan, iman yang kuat akan memberi kita kekuatan dan ketenangan.

Ekspedisi Tabuk mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi kita. Keteguhan dalam menghadapi tantangan, persatuan dan kerjasama, kedermawanan dan kepedulian sosial, disiplin dan keteladanan, ketahanan dalam menghadapi rintangan, keberanian dan kepemimpinan yang kuat, serta keteguhan iman dan ketaqwaan adalah beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut. Melalui pemahaman dan penerapan hikmah-hikmah ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membangun karakter yang kuat, mempererat persaudaraan, dan mencapai kesuksesan dalam menjalani kehidupan kita. Ekspedisi Tabuk menjadi cerminan bagaimana keteguhan, persatuan, dan kepedulian dapat membawa perubahan yang positif dalam hidup kita dan komunitas kita.

Mohamad Khusnial Muhtar Santri dan Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya