Dr. Muhammad S. Niam, MKes, SpB-KBD Dokter Spesialis Bedah Umum; Konsultan Bedah Pencernaan; Ahli Bedah Endoskopi-Laparoskopi Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

Nasihat-nasihat Dokter kepada Pasien [1]

1 min read

Foto: https://www.freepik.es
Foto: https://www.freepik.es

Loyo

Sepuluh hari pascaoperasi, seorang pasien kontrol dengan didorong di atas kursi roda oleh istrinya.
“Lho, ini kenapa pake kursi roda?”
“Iya, Dok. Sejak habis operasi sampe sekarang tidak mau berdiri. Saya tarik-tarik paksa juga tetap loyo.”
“Kalo laki2 tidak kuat berdiri jangan ditarik2 paksa. Malah tidak akan mau berdiri.”
“Terus harus gimana, Dok?”
“Cukup dielus pelan2 nanti juga bakalan berdiri sendiri.”
Setelah sesaat hening dan terdiam sejenak, dia tertawa terbahak-bahak. Dokter biasa aja, katanya. Hehehe…

Fistula

Sepasang suami istri datang ke praktik saya.
“Ini Dok suami saya. Sejak tahun 2012 seringkali tiba-tiba tegang terus setelah itu keluar. Nah, setelah keluar baru dia merasa agak enakan.”
“Sebentar, Bu. Cerita kalo tidak jelas gitu bisa bikin saya salah persepsi. Tolong diklarifikasi. Yang tegang apanya, terus yang keluar apanya kok kemudian merasa enakan.”
Menyadari kekurangsempurnaan cerita keduanya tertawa cekikikan.
“Maaf, Dok. Maksud saya, di dekat anusnya ada benjolan kecil. Kadang tiba-tiba benjolannya itu tegang kemudian pecah. Setelah keluar nanah dia merasakan hilang nyerinya.”
Setelah memeriksa saya jelaskan bahwa itu namanya fistula [istilah medis untuk kondisi terbentuknya terowongan di bawah kulit yang menghubungkan antara kulit dan anus]
“Sudah saya daftakan operasi. Nanti Ibu akan dikonfirmasi pihak RS kapan jadwalnya.”

Harus Operasi

Seorang wanita menangis tersedu-sedu ketika saya bilang bahwa saya tidak mungkin mengoperasi suaminya esok hari karena tidak enak badan akibat flu berat.
“Saya melupakan kartu BPJS saya supaya suami bisa dioperasi di sini oleh Dokter. Kaloau menggunakan kartu BPJS harusnya saya hanya bisa sampai Tulungagung. Gak mungkin ke sini. Masak Dokter malah mau menolak?”
“Ibu, saya tidak mungkin menolak bila saya sehat walafiat.”
“Lalu suami saya gimana, Dokter?”
“Begini ada tiga pilihan. Pertama, Bapak bisa dioperasi besok tapi dengan dokter lain.”
Makin keras dia menangis sementara suaminya yang sakit hanya terdiam.
“Saya hanya mau sama Dokter.”
“Lho yang menggantikan saya juga dokter. Teman saya punya keahlian yang sama dengan saya. Masak iya, saya minta petugas cleaning service yang mengoperasi Bapak.”
Rupanya Ibu itu merasa kalimat terakhir saya lucu. Dia tertawa-tawa tapi sambil tetap ngotot.
“Maksud saya hanya mau dengan Dokter Niam.”
“Jadi pilihan pertama tertolak. Kedua, tetap operasi besok dengan saya …”
Tampak Ibu itu berbinar-binar matanya.
“… tapi mungkin saya dijemput ambulance ke rumah dan saya operasi di atas kursi roda dalam keadaan sakit dan itu sangat membahayakan.”
“Aduh jangan, Dokter.”
“Atau ketiga, bapak pulang dulu saja nanti setelah saya sehat, ibu dikabari untuk masuk RS.”
“Iya itu aja. Yang terakhir ya.”
Dia tampak puas dan senyum-senyum dengan penjelasan saya. Padahal sebelumnya marah-marah ketika diberitahu perawat bahwa operasi ditunda. [MZ]

Baca Juga  Gus Dur Tertawa Ngakak Setelah Salat Malam
Dr. Muhammad S. Niam, MKes, SpB-KBD
Dr. Muhammad S. Niam, MKes, SpB-KBD Dokter Spesialis Bedah Umum; Konsultan Bedah Pencernaan; Ahli Bedah Endoskopi-Laparoskopi Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.