Dr. Muhammad S. Niam, MKes, SpB-KBD Dokter Spesialis Bedah Umum; Konsultan Bedah Pencernaan; Ahli Bedah Endoskopi-Laparoskopi Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

Nasihat-nasihat Dokter Kepada Pasien [2]

1 min read

Foto: https://www.freepik.es
Foto: https://www.freepik.es

[Sakit Perut]

Seorang wanita muda datang ke tempat praktik dengan menyodorkan hasil USG dan mengeluhkan penyakitnya.

“Sebelah kanan saya sakit, Dokter.”

“Sebentar, anda masuk kamar praktik ini sendirian atau sama orang lain.”

“Sendirian, Dokter.”

“Jadi di kamar praktik ini hanya ada saya, perawat saya itu, dan anda sebagai pasien khan? Lalu siapa yang anda maksud sebelah kanan anda sakit. Ada makhluk lain yang nggak kelihatan di sebelah kanan anda?”

Aduuuh, Dokter. Saya yang sakit. Maksud saya, perut kanan saya yang sakit.”

Wajahnya langsung berubah dari meringis saat datang jadi tersenyum.

“Lha perut anda itu apa ada dua, kanan sama kiri, gitu?”

Seketika itu juga dia terbahak-bahak.

“Salah lagi ya? Terserah Dokter deh apa yang benar. Pokoknya ini saya yang sakit.” Dia berbicara sambil menunjuk sisi kanan perutnya.

“Hmmm…”

“Maksud saya bukan baju ini lho yang sakit. Bagian tubuh saya di balik baju ini.”

Buru2 dia meralat. Biar gak salah lagi katanya, sambil terus tertawa. Hehehe…

[Sakit Lagi]

Baru tiga hari keluar dari RS, ‘pasien heboh’ sudah minta dirawat lagi melalui IRD. Minta divisitnya juga heboh. Hampir setiap jam perawat ruangan diminta menelpon saya. Baru melihat saya masuk ruang rawat, dia berteriak histeris.

“Dokteeer… sakit lagi, sakit lagi, sakit lagiii!”

Dia genggam erat2 tangan saya dengan wajah cemas.

“Anda sakit lagi?”

“Iya, Dokter. Sakit lagi.”

“Coba ceritakan rasa sakitnya seperti apa?”

“Sama seperti kemarin2.”

“Anda jangan plin-plan. Ceritakan yang sebenarnya.”

“Benar, Dok. Saya gak bohong. Sama seperti kemarin kok.”

“Katanya kemarin sakit perut?”

“Lha iya sakit perut. Sama seperti kemarin sakitnya.”

Baca Juga  Terserah Kiai, Asal Jangan Dua Ayat Ini!

“Itu yang saya bilang plin-plan. Mana yang bener? ‘Sakit perut’ apa ‘sakit lagi’?”

Setelah sejenak bengong semua, akhirnya semua terbahak2.

“Oh ya salah! Yang bener sakit perut lagi.”

Mengeluh sakit harusnya cemberut. Koq ini sambil tertawa2 ya? Hehehe…

[Nyetir Mobil]

Tiga hari setelah operasi laparoskopi batu kandung empedu, pasien kontrol.

“Saya sudah tidak ada keluhan sama sekali. Pekerjaan saya di luar kota. Apakah saya sudah boleh mengendarai mobil sendiri tiap hari, Dokter?”

“Gapapa, Pak. Selama tidak ada keluhan, boleh aja nyetir mobil.”

“Apa yang perlu saya hindari, Dokter?”

“Yang perlu dihindari? Bus, truk, mobil, motor, tiang listrik, dan semua yg menyebabkan kecelakaan.”

Dia segera meralat pertanyaannya sambil senyum2.

“Oh, maksud saya anu, Dok. Apakah ada pekerjaan yang tidak boleh saya kerjakan? Gitu lho!”

“Ada. Nyuri, nyopet, maling, judi…,”

Belum selesai saya bicara, buru2 dia nyetop.

“Sudah…sudah…sudah…! Saya sudah paham,” katanya sambil terpingkal2. Paham kalo dikerjain ya? Hehehe…

[Sebelah Kanan]

Seorang wanita muda datang ke tempat praktik dengan menyodorkan hasil USG sembari mengeluhkan penyakitnya.

“Sebelah kanan saya sakit, Dokter.”

“Sebentar, anda masuk kamar praktik ini sendirian atau sama orang lain.”

“Sendirian, Dokter.”

“Jadi di kamar praktik ini hanya ada saya, perawat saya itu, dan anda sebagai pasien, kan? Lalu siapa yang anda maksud sebelah kanan anda sakit. Ada makhluk lain yang nggak kelihatan di sebelah kanan anda?”

“Aduuuh, Dokter. Saya yang sakit. Maksud saya, perut kanan saya yang sakit.”

Wajahnya langsung berubah dari meringis saat datang jadi tersenyum.

“Lha perut anda itu apa ada 2, kanan sama kiri, gitu?”

Seketika itu juga dia terbahak2.

Baca Juga  Suwuk Mbah Di dan Gol Satu Arah

“Salah lagi ya? Terserah Dokter deh apa yang benar. Pokoknya ini saya …

[MZ]

Dr. Muhammad S. Niam, MKes, SpB-KBD
Dr. Muhammad S. Niam, MKes, SpB-KBD Dokter Spesialis Bedah Umum; Konsultan Bedah Pencernaan; Ahli Bedah Endoskopi-Laparoskopi Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.