Hikmah Dibalik Proses Terjadinya Hujan Menurut Al-Qur’an dan Sains

fakta tentang proses turunnya hujan. Dalam Al-Qur’an, Alloh SWT. menyebutkan hujan yang turun ke bumi adalah sebagai bentuk rahmat yang diberikan kepada seluruh makhluk.

Adapun proses terjadinya hujan yakni terjadi dalam 3 tahap pembentukan antara lain: proses penguapan (Evaporasi), proses pengembunan (Kondensasi), turunnya hujan (Presipitasi). Sebagaimana telah tercantum di dalam Al-Qur’an tentang proses terjadinya hujan:

ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Allah-lah, yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Surat Ar-Rum: 48).

Maksud dari terjemahan yang mengirim angin adalah saat proses penguapan dimana, sejumlah besar gelembung udara yang terbentuk karena buih di lautan secara terus-menerus pecah dan menyebabkan partikel air disemburkan ke langit. Partikel yang kaya akan garam ini kemudian dibawa angin dan naik ke atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, berfungsi sebagai perangkap air. Inilah yang akan membentuk titik-titik awan dengan mengumpulkan uap air di sekitarnya, yang kemudian naik dari lautan sebagai tetesan kecil.

Kemudian arti terjemahan menjadikannya bergumpal-gumpal proses ini terjadi dimana awan akan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal garam atau partikel debu di udara. Karena tetesan air di awan sangat kecil (dengan kisaran diameter 0,01–0,02 mm), awan menggantung di udara dan menyebar di langit, sehingga langit tertutup oleh awan.

Yang terakhir adalah hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya maksudnya yakni pada tahapan ini partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu akan bertambah tebal dan membentuk tetesan hujan, sehingga tetesan hujan akan menjadi lebih berat daripada udara, dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan.

Mengutip dari Muhammad Irfan dkk dalam artikelnya yang berjudul Analisis Terhadap Korelasi Antara Jumlah Curah Hujan dan Temperatur Udara, Hujan adalah salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang berada di atmosfer. Awan yang terbentuk ini adalah hasil dari proses kondensasi yang terbawa oleh angin, sehingga sangat memungkinkan untuk menyebar ke seluruh permukaan yang ada di bumi. (Irfan et al., 2005)

Tetesan hujan dibentuk oleh partikel air yang mengelilingi kristal garam, yang terbawa dari lautan ke awan. Karena menjadi lebih berat daripada udara, partikel ini terlepas dari awan dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan. Jika air yang ada di bumi ini tidak menguap, apa yang akan terjadi?

Hidrosfer adalah lapisan perairan yang menyelimuti permukaan bumi. Bumi tidak hanya terdiri atas daratan saja, akan tetapi ada juga perairan yang memiliki wilayah yang lebih luas. Wilayah perairan yang dimaksud seperti sungai, danau, raw-rawa, dan lautan yang menjadi sumber yang penting bagi kehidupan semua makhluk hidup di bumi. Tanpa adanya air, manusia akan kesulitan untuk bertahan hidup. Maka dari itu, air sangat diperlukan manusia untuk dapat bertahan hidup.

Selain itu juga, hujan adalah sebagai sumber kehidupan bagi tanah yang mati. Seperti dalam Surat Al-Furqan: 48-49:

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۚ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً طَهُوْرًا ۙ ٤٨لِّنُحْيِ َۧ بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا وَّنُسْقِيَهٗ مِمَّا خَلَقْنَآ اَنْعَامًا وَّاَنَاسِيَّ كَثِيْرًا ٤٩

“… dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.” (Surat al-Furqan: 48-49)

Selain tanah diberi air yang merupakan kebutuhan mutlak bagi makhluk hidup, hujan juga berfungsi sebagai penyubur. Tetesan hujan, yang mencapai awan setelah sebelumnya menguap dari laut, mengandung zat-zat tertentu yang bisa memberi kesuburan pada tanah yang mati. (Indriatmoko & Rahardjo, 2015)

Tetesan yang “memberi kehidupan” ini disebut “tetesan tegangan permukaan”. Tetesan tegangan permukaan terbentuk di bagian atas permukaan laut, yang disebut lapisan mikro oleh ahli biologi. Pada lapisan yang lebih tipis dari 1/10 mm ini, terdapat sisa senyawa organik dari polusi yang disebabkan oleh ganggang mikroskopis dan zooplankton.

Dalam sisa senyawa organik ini terkandung beberapa unsur yang sangat jarang ditemukan pada air laut seperti fosfor, magnesium, kalium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobal, dan timah. Tetesan berisi “pupuk” ini naik ke langit dengan bantuan angin dan setelah beberapa waktu akan jatuh ke bumi sebagai tetesan hujan.

Dari air hujan inilah, benih dan tumbuhan di bumi memperoleh berbagai garam logam dan unsur-unsur lain yang penting bagi pertumbuhan mereka. Seperti yang tertera dalam ayat yang ada di bawah:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ ٩

“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaf: 9).

Dengan demikian hujan adalah unsur yang sangat penting sebagai penyubur tanah. Dampak yang akan dirasakan oleh makhluk hidup yang ada di bumi jika tidak terjadi hujan yakni kekurangan air bersih, mengalami kekeringan, dan keseimbangan ekologi lainnya akan terganggu.

Oleh karena itu, jika terjadi hujan maka kita sebagai manusia haruslah bersyukur karena inilah salah satu contoh nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT. terhadap hambanya.

 

0

Mahasiswa Program Studi Kelautan UIN Sunan Ampel Surabaya

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.