









Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri melalui ikhtiar, kerja keras, dan tawakal kepada Allah. Khutbah Jumat ini mengulas pentingnya mencari rezeki yang halal dengan meneladani para nabi.

Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang secara langsung dan tidak langsung memerintahkan umat Islam untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaan Tuhan.

Para sahabat mempelajari Al-Qur’an kemudian merealisasikan dalam kehidupan sehari-harinya adalah kunci untuk menjadi generasi terbaik.

Ketika ulama bersekutu dengan penguasa, perkembangan ilmu pengetahuan cenderung mempet.

Problem masyarakat kontemporer seperti demokrasi, HAM, pluralisme, yang sungguhpun lahir dan besar di Barat adalah sebuah kenyataan dimana teologi sebagai yang mewakili pandangan keagamaan harus bermain didalamnya.

Kelompok Islam fundamentalis bermula sebagai akibat logis dari pemahaman keagamaan yang tidak seimbang antara pemegangan terhadap sakralitas wahyu dan realitas sosial yang berubah.

Bayangkan jika air yang telah dipanaskan di suhu 45 derajat celcius mengenai tubuh, betapa panasnya air tersebut apalagi kalau disemprotkan tanpa kehati-hatian.

Orang yang rajin bersedekah ketika dia menghadapi sakaratul maut ia termasuk golongan khusnul khotimah

Menyerukan kebaikan dan melawan keburukan dalam rangka menegakkan syariat Islam adalah sesuatu yang baik; tapi, lakukanlah juga dengan cara yang baik.

Bukti cinta seseorang terhadap orang yang dicintainya tergambar dari hasratnya untuk menyamai perilaku dan jatidiri orang yang dicintai.

Hanya ketakwaanlah yang dapat memperindah pemakainya, menghiasinya dengan kharisma hingga ia dapat meraih cinta dari seluruh makhluk.
