Alasan Kenapa Sinetron Ikatan Cinta Banyak Disukai

Bagi penggemar budaya pop, istilah fandom tentu tidaklah asing. Fandom adalah suatu komunitas, atau orang orang yang memiliki ketertarikan pada aspek tertentu. Militansi para penggemar garis keras ini melakukan pertemuan dengan para idola, atau bahkan ngerumpi di jagat maya.

Hingga saat ini salah satu ikon yang menjadi fandom bagi penggemar yaitu drama Ikatan Cinta yang tayang di RCTI. Film tersebut bahkan membuat para penggemarnya kecanduan untuk menontonnya. Fandom Ikatan Cinta juga memiliki sebutan seperti Paguyuban Pondok Pelita, Micin Aladin dsb.

Fenomena membuminya sinetron ini seolah menepis bahwa tayangan sinetron Indonesia kurang disukai masyarakat, kualitas kurang bagus dan alasan lainnya. Sinetron Indonesia yang acap kali dengan permasalahan monoton, seragam dengan cerita-cerita sebelumnya mengisahkan harta, cinta mungkin membuat penonton bosan. Ikatan Cinta mencoba memainkan cerita dengan lingkup kecil yaitu keluarga namun dengan permasalahan yang rumit mengenai skandal pembunuhan hingga menjadi gejolak cinta.

Di tengah derasnya arus media sosial, serta keserempakan menyongsong TV secara digital. Membuktikan bahwa TV masih ditonton. Riset CSIS (Center for Strategic and Internasional studies) 2017 menyebut bahwa hampir 80% milenial masih menonton TV. Temuan NIELSEN Television Audience Measurement 2020, bahwa saat pandemi COVID-19 pola konsumsi media masyarakat meningkat karena himbauan di rumah saja hingga Work From Home.

Dari sebelumnya masyarakat yang menonton TV sekitar 4 jam 48 menit per hari bertambah 40 menit per hari menjadi 5 jam 29 menit. Pola konsumsi TV yang meningkat tentu membuat penontonya candu pada suatu tayangan. Dalam hal ini tayangan yang memiliki banyak penggemar yaitu Ikatan Cinta.

Lima bulan penayangan sinetron ini masih memimpin perolehan TVR. NIELSEN  Media Research menyebut pernah memperoleh TVR 51% pada bulan Februari hingga disebut fenomenal sepanjang zaman terhadap dunia persinetronan. Film itu mampu mengalahkan sinetron pada zamannya yaitu Cinta Fitri dengan perolehan rata-rata 12,6% atau 39,2%, hingga Anak Jalanan 10,8% atau 44%. Selain itu NIELSEN Media Research menyebut hingga Maret sinetron ini masih pada audience share rata-rata 12,7% atau 44,8%.

Perolehan share yang tinggi, karena fandom begitu kuat hingga penonton setia membuat Ikatan Cinta ramai diperbincangakan serta menjadi trending topik di media sosial Twitter. Penonton dalam konteks studi media menurut McQuail adalah mereka yang yang membaca, menonton, pendengar dari beragam media.

Fanatisme penonton yang menggemari tayangan tersebut, tentu tidak terlepas dari tokoh utama yaitu Aldebaran dan Andin. Kedua tokoh tersebut mampu beradu akting dengan ciamik serta memainkan pesan non verbal dalam setiap adegannya. Bentuk komunikasi non verbal yang kuat tokoh Aldebaran dan Andin seperti sorot mata, kedipan mata, senyuman, guratan dahi, hingga otot leher dan sebagainya membuat karakter yang diperankan begitu kuat.

Selain tokoh sebagai satu kesatuan dalam unsur instrinsik suatu drama, untuk menguatkan dramatisasi suatu cerita dalam tayangan Ikatan Cinta dalam konteks komunikasi audio visual setidaknya terdapat beberapa hal yaitu: Pertama, konflik. Konflik Ikatan Cinta dibumbui dengan objek pembunuhan yang salah sasaran. Hal tersebut mengaduk emosi penonton sehingga menimbulkan pertentangan hingga kekontrasan.

Kedua, suspense. Penonton digiring untuk berdebar debar menanti dengan harap cemas, sehingga emosi mengenai keberlajutan jalan cerita yang penuh dramatisasi namun dikemas dengan apik.

Ketiga, curiosity karena bersifat bersambung penonton menjadi ‘candu’, memancing keinginan tahunan terhadap rasa penasaran plot cerita dan adegan apa yang besuk diciptakan. Atau sengaja diulur plot ceritanya sehingga khalayak rasa curiousity nya menjadi bingung hingga menebak nebak.

Keempat, pengambilan gambar. Visualisasi tempat yang mewah nan elegant membuat penonton juga melihat point of interest sebagai kesatuan cerita. Selain itu suasana, iringan lagu, pencahayaan, sudut pemotretan juga menguatkan pesan dari drama tersebut.

Kelima, surprise. Suatu drama dikatakan menarik adalah saat penonton tidak bisa menebak jalan cerita yang telah disettiing oleh penulis dan sutradara. Narasi yang tak mudah ditebak, dan selihai mungkin harus mengecoh khalayak. Dramatisasi yang melebih lebihkan atau hiperbola merupakan hal yang perlu diupayakan untuk menarik penonton baik surprise dialog, alur cerita hingga visualnya.

Melalui perspektif teori komunikasi Uses and Gratification setidaknya mengapa masyarakat ‘Candu Ikatan Cinta” adalah sekadar fantasi,  baik sebagai hiburan maupun mengisi jeda waktu di malam hari. Kekuatan fandom yang ‘Candu Ikatan Cinta’ memegang peran besar terhadap keberlajutan drama Ikatan Cinta maupun pemeran yang terlibat di dalamnya. Fandom yang kuat akan menumbuhkan fan ekonomi sebagamana yang dilakukan oleh negara Korea Selatan.

Pemanfaatan industri kreatif serial drama Ikatan Cinta, yang memperkenalkan merchandise khasnya terhadap fandom akan menjadi branding di lingkup penggemar, level nasional atau bahkan global. Karena ketika seseorang bila sudah menjadi fandom, memiliki merchandise menjadi hal yang diinginkan. Hal tersebut dapat dioptimalkan oleh mereka para industri kreatif untuk menggarap pasar fandom di sektor ekonomi. Namun yang terpenting jadilah para fandom yang smart dan bijak karena drama hanyalah cerita fiktif. (mmsm)

0

Pegiat literasi alumni Program Pascasarjana UIN Wali Songo, Semarang

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.