Doa Agar Dipermudah Melunasi Hutang

Ilustrasi seorang Muslim memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagai ikhtiar batin untuk memohon kemudahan melunasi hutang, kelapangan rezeki, dan ketenangan hati.

Dalam Islam, melunasi hutang adalah kewajiban karena berkaitan dengan hak sesama manusia (haq adamiy). Bahkan, ketika seseorang telah meninggal, hutang yang menjadi tanggungannya tetap berstatus wajib dibayarkan oleh ahli waris. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk membayar hutang.

Lazimnya dinamika kehidupan, dalam kondisi tertentu, seseorang dapat mengalami kesulitan ekonomi yang menyebabkan beban hutang terasa berat. Kondisi ini seringkali menimbulkan kegelisahan, kecemasan, bahkan tekanan batin. Dalam situasi demikian, selain berusaha secara lahiriah, doa juga menjadi salah satu ikhtiyar sekaligus bentuk tawakal dan pengharapan seorang hamba kepada Allah SWT.

Di sisi lain, para ulama menjelaskan bahwa doa bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga sarana memohon kemudahan dan pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan hidup. Dengan doa, seorang Muslim mengakui keterbatasannya dan menyerahkan segala urusan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Salah satu amalan doa agar dipermudah melunasi hutang yang dianjurkan oleh para ulama adalah doa yang diajarkan oleh para nabi dan diriwayatkan dalam kitab-kitab para ulama. Doa ini mengandung makna pengharapan agar Allah memberikan kecukupan dan membebaskan dari kesulitan.

اَللّٰهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ، يَا رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِيْ فَارْحَمْنِيْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِيْ بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ

Yaa faarijal hammi yaa kasyifal ghammi ya mujiyba da‘watil mudldltharriin yaa rahmaanad dun-yaa wal akhirati wa rahiimahumaa, anta tarhamuniy farhamniy raḫmatan tughniiniy bihaa ‘an man siwaaka.

Artinya: “Ya Allah yang berkuasa menghilangkan kegalauan, menyingkap kesedihan, dan mengabulkan doa orang-orang yang dalam kesempitan, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di dunia dan akhirat. Engkaulah yang senantiasa merahmatiku, maka rahmatilah aku dengan rahmat yang mencukupi diriku dari mencari rahmat kepada selain Diri-Mu.”

Doa ini mengandung pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menghilangkan kesulitan dan memberikan kecukupan. Seorang hamba memohon agar diberikan rahmat yang membuatnya tidak bergantung kepada selain Allah, termasuk dalam urusan rezeki dan pelunasan hutang . Ini menunjukkan pentingnya menggabungkan ikhtiar lahir dengan kekuatan doa.

Selain itu, doa ini juga mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha. Seorang Muslim tetap wajib untuk berusaha dengan bekerja dan secara bersamaan menggantungkan hatinya pada Allah sebagai sumber pertolongan yang hakiki.

Sejumlah ulama, seperti Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam kitab Abwābul Faraj, mencantumkan doa ini sebagai salah satu doa yang dianjurkan untuk diamalkan ketika menghadapi kesempitan rezeki dan beban utang. Doa tersebut berasal dari hadis Nabi yang diriwayatkan oleh para ulama hadis seperti Abu Bakr al-Marwazi dalam kitab Musnad Abi Bakr, dan Imam Al-Hakim dalam kitab Musnad Al Mustadrak ‘ala al-Shahihain.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah saw. mengisahkan, Nabi Isa as. mengajarkan doa ini kepada para pengikutnya seraya menyatakan bahwa seandainya seseorang memiliki utang sebesar Gunung Uhud, kemudian ia memohon kepada Allah dengan doa tersebut, niscaya Allah akan memberikan jalan untuk melunasinya.  

Riwayat ini dipahami oleh para ulama sebagai motivasi untuk memperbanyak doa dan tawakal, bukan sebagai jaminan yang berdiri sendiri tanpa disertai ikhtiar.

Meski riwayat yang menjadi dasar doa dalam hadis ini tergolong lemah, doa ini tetap banyak diamalkan dalam konteks memohon pertolongan Allah dan termasuk dalam pembahasan amal-amal yang dianjurkan karena memiliki keutamaan tertentu, fadhā’il al-a’maal.

Di sisi lain, doa harus tetap disertai dengan usaha nyata, seperti bekerja, dan memiliki komitmen untuk melunasi hutang. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, sehingga seorang Muslim tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha dengan sungguh-sungguh.

0

Redaksi Arrahim.ID

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.