Mengapa Santri Perlu Berdebat dalam Memahami Fikih?
Ketika teks bertemu realitas, akal diberi ruang untuk menghidupkan ilmu
Ketika teks bertemu realitas, akal diberi ruang untuk menghidupkan ilmu



Penting untuk menjaga kualitas diskusi dan membangun hubungan yang sehat dengan menghindari penggunaan argumentum ad hominem.


Di era informasi digital seperti saat ini, tidak hanya bahaya lisan, namun agaknya jari-jari pun tidak kalah berbahaya (aafaatul ashaabi’).
![[Ngaji Ihya’] “Ngeyel”: Bahaya Lisan dan Patologi Sosial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200706_121102_956-825x510.jpg)
![[Ngaji Ihya’] “Ngeyel”: Bahaya Lisan dan Patologi Sosial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/IMG_20200706_121102_956-825x510.jpg)