Sarwono: Bagaimana Gus Dur membawa Kemaritiman dari Alam Bawah Sadarnya?
Indonesia belum menjadi negara maritim, karena identitas negara maritim ditandai dengan hadirnya armada niaga yang kuat
Indonesia belum menjadi negara maritim, karena identitas negara maritim ditandai dengan hadirnya armada niaga yang kuat


Ciri etika politik Gus Dur selain prinsip keadilan adalah prinsip lemah lembut, anti kekerasan sebagaimana yang diilhami oleh cara dakwah Rasulullah SAW yang lemah lembut. Ia menentang adanya tindak kekerasan dalam kancah politik maupun sosial.


Gus Dur justru dengan segala kerendahan hati dan kesederhanaanya, justru memaafkan dan sama sekali tidak menaruh dendam. Sikapnya ini lah yang justru membuat kebanyakan orang segan kepadanya, baik kawan maupun lawan politiknya.


Dari Gus Dur, kita tahu bahwa dia yang memuja nafsunya dengan membiarkan mulut para pengikutnya dipenuhi makian kebencian dan dia yang merasa bahwa dirinya layak diberi persembahan nyawa manusia bukanlah seorang pemimpin yang sebenarnya.


Wempi Kambo (78 tahun) sebagai saksi sejarah mengatakan: "Kami Bangsa Papua sangat hormat pada Gus Dur. Saya bahagia bisa ketemua anak buah Gus Dur"


Terkait korban perkosaan yang selama ini seringkali dinikahkan dengan pelakunya ini sebenarnya adalah persoalan yang membutuhkan peran keluarga dalam strategi untuk menyelesaikan persoalan sosial seperti ini.


Prahara yang terjadi di kalangan umat Muslim Indonesia saat ini—salah satunya—hanya menyangkut perbedaan sudut pandang semata dan jauh-jauh hari Gus Dur sudah meneladani dengan menyikapi secara bijak tanpa harus menghakiminya.


Gus Dur menganalogikakan keragaman itu ibarat rumah besar yang di dalamnya terdapat banyak kamar. Setiap kamar itu berisi cara pandang, prinsip, dan keyakinan yang berbeda-beda dan itu memang demikian adanya.


Memulai kesadaran baru dalam berislam adalah kesadaran yang membumi. Melalui konsep, kunci pribumisasi Islam


Pertanyaan sederhananya apakah pribumisasi itu sebuah strategi saja? atau suatu pilihan permanen.

