Mustahil Aisyah Diremehkan
Sempurna rembulan pagi seketika ambyar. Pandanganku sedikit buyar. Harusnya aku bisa lebih menikmati utuh indah bulan Nisfu Sya’ban. Entahlah, memoriku sekarang mulai menari kencang sekali. Seperti tarian Jalaluddin Rumi yang pernah kulihat pada malam inagurasi. Mataku berkaca, tak terasa pipiku basah: Mana anakmu abi..? Tegas sekali tanya putri remaja itu. Belum juga dijawab. Halaman ia […]


