Jalan Pemikiran Muhyiddin Ibnu Arabi (2)
Agama cinta yang dimaksud oleh Ibn Arabi adalah memahami agama sebagai sebuah lembaga yang membumikan cinta kasih.
Agama cinta yang dimaksud oleh Ibn Arabi adalah memahami agama sebagai sebuah lembaga yang membumikan cinta kasih.


Barang siapa menempuh jalan kesufian (suluk) tanpa seorang guru, maka ketahuilah bahwa gurunya adalah setan.


Ibnu Arabi mengajak para penempuh jalan sufi untuk tidak abai terhadap syariah. Dlam banyak karyanya, Ibnu Arabi dalam membahas segala pokok permasalahan tidak pernah luput untuk menghadirkan syariat sebagai sumber pengetahuan dan kebenaran
![[Resensi Buku] Etika Sufi Ibnu Arabi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Untitled-design-1-825x510.png)
![[Resensi Buku] Etika Sufi Ibnu Arabi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/10/Untitled-design-1-825x510.png)
Menyelami samudra cinta para sufi bagaikan membasuh hati dari buih-buih dosa guna merengkuh rasa sejati. Seperti ketika mengulik pengalaman cinta Ibnu Arabi. Suatu gambaran dari kedalaman samudra cinta para kekasih. Tertuang dalam bait-bait sastra yang sarat makna. Penuh dengan simbol-simbol romantis, tanda mabuk dalam rasa saat rindu dengan Sang Kekasih. Ibnu Arabi adalah seorang pecinta […]

