Intoleransi: Refleksi Potret Beragama Setengah Hati
Toleransi itu mahal (costly tolerance), karena makna toleransi bukan hanya sekadar menerima perbedaan, melainkan menerima perbedaan itu secara tulus.
Toleransi itu mahal (costly tolerance), karena makna toleransi bukan hanya sekadar menerima perbedaan, melainkan menerima perbedaan itu secara tulus.


Anak-anak adalah generasi berharga yang harus dirawat bersama, diperhatikan betul nutrisi pendidikan yang didapatnya.


Media sosial sebagai ruang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan gagasan moderasi beragama.


Yenny Wahid mengatakan "Kita tidak boleh memberi ruang gerak sekecil apa pun bagi ideologi ekstremisme kekerasan untuk tumbuh dan berkembang. Semua sektor dan seluruh komponen anak bangsa harus terlibat turun tangan"


intoleransi seringkali hadir di negara yang kekuasaannya hanya ditangan segelintir orang yang memformalkan agama demi kepentingan kekuasaan,


"Hari ini tampaknya makin banyak orang yang menderita paranoid, ya?" kataku. Dia tertawa, dan Kami tertawa-tawa bersama.


Mereka menyusun kurikulum dan buku ajar sekolah yang serba anti: anti-Syiah, anti-Sufi, anti-non-Muslim, anti-Barat, anti-bid'ah, dan anti-anti yang lain.


Islamophobia terang-terangan menyebabkan Islam tersudutkan. Fenomena ini bukanlah hal baru. Ia pada dasarnya sudah muncul sejak akhir abad ke-18 silam


Seandainya Fazlur Rahman masih hidup dan ditanyakan kembali kepadanya mengenai optimismenya tentang Islam Indonesia yang moderat, maka saya tidak terlalu yakin kalau dia masih konsisten dengan ramalannya itu.


Wabah bisa menjadi parameter yang paling akurat untuk mengukur kadar toleransi suatu masyarakat. Di tengah kepanikan, teror kematian, ancaman kelaparan, ambruknya ketahanan ekonomi, masyarakat cenderung tidak berpikir citra dirinya. Ekspresi-ekspresi sosial—bahkan yang paling ekstrem sekalipun, terjadi secara spontan. Itulah citra diri yang sesungguhnya. Untuk mengukur seberapa toleran atau intoleran suatu masyarakat, maka lihatlah ketahanan mereka […]

