Menjadi Seorang Jawa-Muslim
Menjadi Jawa Muslim, atau Muslim yang nJawani bagi saya indah. Tetap berpijak pada tradisi, sekaligus bernafas dengan nilai Islam.
Menjadi Jawa Muslim, atau Muslim yang nJawani bagi saya indah. Tetap berpijak pada tradisi, sekaligus bernafas dengan nilai Islam.


[Serat Wulangreh Pupuh Gambuh] Dalam bait ini dijelaskan ciri-ciri pemuda yang memiliki sifat ujub dan takabur. Di antaranya tidak dapat menyimpan rahasia, suka dengan sanjungan.
![Serat Wulangreh Pupuh Gambuh Sebagai Manifestasi Ajaran Islam [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-65-1-825x510.png)
![Serat Wulangreh Pupuh Gambuh Sebagai Manifestasi Ajaran Islam [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/08/Untitled-design-65-1-825x510.png)
Kopiah bagi masyarakat Jawa adalah simbol religiositas. Meskipun kopiah bukan merupakan syariat Islam, akan tetapi keberadaannya sangat krusial.


Mungkin, Perang Diponegoro merupakan pemberontakan yang pecah pertama kali di lingkungan salah satu keraton Jawa Tengah selatan yang mana pokok masalahnya terletak pada segi ekonomi dari pada ambisi kekuasaan seorang kerabat keraton


“Garuklah kulit orang Jawa Islam, maka anda akan dapati nilai-nilai Hindu di dalamnya.."
![[Resensi] Jawa-Islam di Masa Kolonial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-11-1-825x510.png)
![[Resensi] Jawa-Islam di Masa Kolonial](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-11-1-825x510.png)