Khutbah Jumat: Hakikat Kenikmatan Teragung

Memahami Hakikat Kenikmatan Teragung melalui penguatan iman dan pencarian ilmu yang bermanfaat dalam kehidupan seorang Muslim.

Sering kali kita salah arah dalam memaknai kebahagiaan dan kesuksesan. Teks khotbah berikut ini hadir untuk meluruskan pandangan tersebut dengan mengulas hakikat kenikmatan yang sesungguhnya yakni, iman, kesehatan, dan ilmu yang jauh lebih berharga daripada sekadar tumpukan harta. Mari simak ulasan lengkapnya sebagai pengingat untuk kembali mensyukuri anugerah Tuhan yang paling utama.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ فِيكُمۡ رَسُولَ ٱللَّهِۚ لَوۡ يُطِيعُكُمۡ فِي كَثِيرٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِ لَعَنِتُّمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ وَكَرَّهَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكُفۡرَ وَٱلۡفُسُوقَ وَٱلۡعِصۡيَانَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ ٧

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Hari ini, kita sedang berada di tengah era distrupsi; ketidakpastian zaman, di mana kebanyakan kita memandang sesuatu dari nilai materialnya, sampai kita dibuat silau dengan hal-hal yang bersifat materi, bukan?

Fenomena itu terekam dalam film “Dunia Tanpa Tuhan”. Bang Jahal yang selalu mengagungkan dirinya sebagai “hamba yang lebih dicintai Allah” dengan kekayaannya ketimbang tetangga-tetangganya yang memiliki keterbatasan ekonomi. Seakan kedekatan atau keberhasilan kita sebagai hamba diukur dari banyaknya uang kita. Apa benar, tanda cinta-Nya Allah bisa diukur dari materi yang kita miliki?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Materi bukan lah kenikmatan tertinggi bagi manusia! Malahan menurut Abdul Fatah dalam Qimatu al-Zaman ‘Inda Ulama, kenikmatan paling pokok adalah kenikmatan iman dan kesempatan-kesempatan untuk menjalani kewajiban-kesunahan agama. Itu lah sebetulnya kenikmatan yang paling utama.

Ini menolak anggapan, bahwa orang-orang beruang (kaya) lebih dekat di hadapan Allah. Tolok ukurnya sebagai hamba yang dicintai atau tidaknya oleh Allah harus dilihat dari keimanan-ketakwaannya, bukan materi yang dimiliki. Meski, memang rukun Islam kelima membutuhkan biaya, kendati demikian ada kenikmatan-kenikmatan yang harus kita pahami selain materi.

Jemaah salat Jumat rahumakumullah,

Selanjutnya, apa nikmat teragung setelah keimanan? Sehat jasmani-rohani; semua anggota tubuh kita berfungsi dengan baik. Itu lah kenikmatan yang harus kita sadari betul setelah keimanan kita.

Apalah daya seorang muslim punya harta banyak, tapi terbaring sakit! Sehat bukan lah kenikmatan yang bisa kita sia-siakan, tanpa sehat jasmani-rohani apakah kita bisa menikmati hidup ini, hadirin?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sebetulnya kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita sebagai hamba-Nya sungguh tidak terhitung. Namun, Abdul Fatah melanjutkan kenikmatan berikutnya adalah kenikmatan ilmu! Kenikmatan ilmu merupakan kenikmatan agung yang bisa menuntun kita (manusia) untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat.

Seperti dawuh sebagian ulama salaf,

العِلمُ أَمَانٌ مِنْ كَيْدِ الشَّيطَنِ وَحِرْزٌ مِنْ كَيدِ الحَسُودِ

“Ilmu itu bisa menjaga dari tipu daya setan dan tipu daya hasud.”

Bagaimana bisa ilmu itu termasuk kenikmatan agung? Misalnya saja, ketika kita dilanda musibah kita mengetahui ilmu sabar dan syukur; bahwa Allah bakal memberikan pahala yang ternilai bagi orang-orang penyabar dan gemar bersyukur.

Misalnya lagi, ketika kita diberi kenikmatan harta melimpah, kita akan menikmati jika kita mengetahui bahwa harta itu hanya titipan Allah yang harus digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan, andai nanti diambil oleh Allah dengan “caranya”, kita tetap tenang.

Misalnya lagi, saat kita berkeluarga kita mengetahui ilmu pernikahan. Indah bukan sebagai suami bisa memuliakan sang istri dengan baik, tidak mempermainkan kata “talak” di hadapan istri. Dan banyak lagi contoh-contoh kecil dalam kehidupan kita, andai kita mengetahui dan menerapkan ilmu tersebut, rasanya tidak ada kesedihan yang berarti di kehidupan kita, bukan!

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Ingat, bukan hanya ketiga kenikmatan di atas yang perlu kita sadari betul, termasuk kenikmatan waktu atau masa. Keempat kenikmatan utama dari seluruh kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada kita, kenikmatan harta termasuk “bagian lain” atau cabang dari kenikmatan utama.

Sabda Nabi Muhammad saw.  pun pernah mengingatkan kita untuk memaksimalkan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita.

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ؛ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَشَبَابِكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ.

“Gunakanlah (secara maksimal) lima hal sebelum lima hal lain terjadi: 1) Hidupmu sebelum matimu, 2) Waktu luangmu sebelum sibukmu, 3) Kayamu sebelum fakirmu, 4) Masa mudamu sebelum masa tuamu, 5) Sehatmu sebelum sakitmu.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Walhasil, Allah melimpahkan kita berbagai kenikmatan, saking banyaknya hingga tidak terhitung. Andai saja hari ini dalam kondisi kurang secara ekonomi, ingat bahwa harta bukan lah nikmat tertinggi.

Selagi kita bisa menjaga keimanan dengan menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai hamba, harus tetap kita syukuri. Keimanan butuh ilmu, agar kita tidak mudah kecewa atau hasud kehidupan orang lain. Lebih dalam lagi, masihkah kita menganggap materi itu kenikmatan utama dalam hidup?

Semoga khutbah singkat ini bermanfaat bagi khatib dan jemaah semuanya!

هَدَانِي اللهُ وَاِيَّاكُمْ أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.

فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.