Khutbah Jumat: Hakikat Kenikmatan Teragung
Harta melimpah tak berarti jika raga sakit dan jiwa tanpa ilmu. Lalu, apa kenikmatan yang sesungguhnya di mata Allah? Temukan rahasianya dalam ulasan Khutbah Jumat ini.
Harta melimpah tak berarti jika raga sakit dan jiwa tanpa ilmu. Lalu, apa kenikmatan yang sesungguhnya di mata Allah? Temukan rahasianya dalam ulasan Khutbah Jumat ini.



Kebahagiaan yang datang dari menerima keberagaman adalah kebahagiaan yang mendalam dan berkelanjutan.


Orang yang memiliki kekuatan syahwat yang berlebihan akan mudah terlena dengan keadaan. Ia hanya akan dibutakan oleh keinginan sederhana, yang membuatnya tidak berusaha menjadi lebih baik.


Untuk mencapai hakikat kebahagiaan ini, kita perlu mengenal Tuhan, dan untuk mengenal Tuhan, pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah, mengenal diri sendiri.


Manusia sering merasa memiliki dan menginginkan apa yang dimilikinya bersifat abadi, sehingga ketika apa yang dimiliki dan yang diinginkan itu hilang, manusia pasti mengalami kesedihan, kehilangan akal sehat, dan jiwa manusia mengalami kegoncangan.


Kebahagiaan terletak pada kesenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan.


Sholat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup.


Hayya Qasim binti Atta Hisyam adalah seorang anak kecil Palestina, yatim piatu, yang tak memiliki keluarga sama sekali akibat konflik yang terjadi secara berkepanjangan di sana. Ia berjuang untuk mencari kebahagiaannya


al-Fārabi menjelaskan bahwa kebahagiaan sebagai “Absolute Good” (kebaikan mutlak), yakni kebaikan yang dinginkan untuk kebaikan itu sendiri—tidak ada hal yang lain untuk diraih selain kebahagiaan.

