Khutbah Jumat: Hakikat Kenikmatan Teragung
Harta melimpah tak berarti jika raga sakit dan jiwa tanpa ilmu. Lalu, apa kenikmatan yang sesungguhnya di mata Allah? Temukan rahasianya dalam ulasan Khutbah Jumat ini.
Harta melimpah tak berarti jika raga sakit dan jiwa tanpa ilmu. Lalu, apa kenikmatan yang sesungguhnya di mata Allah? Temukan rahasianya dalam ulasan Khutbah Jumat ini.


5 Nasihat Syekh Nawawi untuk menjaga iman dari lalai dunia. Diambil dari Nashoihul Ibad, berisi peringatan tentang dunia, harta, keluarga, dan nafsu agar selamat akhirat.


Dalam budaya yang tak pernah berhenti bergerak, penyederhanaan menjadi bentuk perlawanan spiritual, suatu tindakan untuk merebut kembali waktu, niat, dan kehadiran.


Kisah Siti Masitah mengajarkan kepada kita bahwa menjaga tauhid membutuhkan keteguhan iman, keberanian, dan istiqamah, meski harus berhadapan dengan ancaman dan pengorbanan yang berat.


Ajaran agama yang dipahami dan dimengerti seharusnya membawa implikasi kesatuan gerak dan nafas pada amalan lahir maupun batin.


Toleransi itu penting untuk diterapkan. Namun, masalah aqidah dan masalah sosial adalah dua hal yang berbeda, sehingga tentu ada batasan-batasan dalam menerapkan sikap toleransi. Sebelumnya, harus diketahui lebih dahulu antara agama dan keberagamaan.


Kiai Abd Salam Mujib, pengasuh PP al-Khoziny Buduran, merespons bagaimana seharusnya pemaknaan kafir diberlakukan di Indonesia dengan tetap menjaga NKRI. Beliau mengatakan “Toleransi dalam beribadah tidak ada. Toleransi antar-umat beragama memang harus.


Hidayah ilahiyah bagaimanapun murni merupakan kehendak Sang Maha Pemberi Hidayah itu sendiri, Allah. Tidak ada jaminan bagi pencari hidayah Tuhan akan kepastian untuk menggapainya.


benarkah konsep Tuhan yang kita yakini, sebagai masyarakat beragama, hanyalah imajinasi? Apakah Tuhan yang kita sembah adalah hasil dari imajinasi akal kita? Jika begitu, apakah menyembah Tuhan sama halnya dengan menyembah imajinasi kita sendiri?


Proses aktualisasi diri ini haruslah diwujudkan jika manusia ingin tetap hidup dan bertahan di dalam alam yang semakin keras ini. Agar manusia bisa mempertahankan diri dalam pertarungan hidup-mati, ia harus berbuat dan bekerja. Demikian pula, agar manusia bisa makan, ia harus bercocok tanam. Manusia menciptakan pertanian karena didorong oleh kebutuhannya sendiri untuk tetap hidup. Karenanya, […]
![Manusia, Tangan Tuhan dan Kebebasan Diri: Kreativitas, Ilmu, dan Iman [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/unnamed-2.jpg)
![Manusia, Tangan Tuhan dan Kebebasan Diri: Kreativitas, Ilmu, dan Iman [3]](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/04/unnamed-2.jpg)