Khutbah Jumat: Jangan Terlalu Lelah Mengejar Dunia

Ilustrasi mencari keseimbangan antara kerasnya tuntutan dunia dan kebutuhan jiwa akan ketenangan spiritual.

Naskah khutbah Jumat ini membahas cara mengatasi lelah dunia dan meraih ketenangan hati dalam menjemput rezeki. Mengacu pada QS. An-Nisa ayat 28, naskah ini mengajak kita bersandar pada kasih sayang Allah di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Simak naskah lengkapnya untuk inspirasi spiritual yang menyejukkan.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ:  وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Hidup di dunia kadang melelahkan, ya? Siapapun kita, pasti pernah merasakan kejenuha, bukan? Termasuk bagi tulang punggung keluarga!

Sebetulnya kerja keras sebagai kaum adam itu sangat berarti dan bermakna di hadapan Allah. Cuma, kita saja terkadang melihat dunia ini sebagai tempat pacuan kuda yang tidak ada hentinya, atau seperti tong edan yang berputar-putar tanpa henti, begitu kah?

Namun, sebetulnya Allah itu Maha Penyanyang kepada makhluk-nya, termasuk kita sebagai manusia.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kalau hari ini kita merasa lelah, capek, penat, atau perasaan lainnya. Ingatlah kita hanya manusia yang diciptakan dengan keterbatasan dan kelemahan. Coba, kita ingat-ingat kalam indah Allah!

یُرِیدُ ٱللَّهُ أَن یُخَفِّفَ عَنكُمۡۚ وَخُلِقَ ٱلۡإِنسَـٰنُ ضَعِیفࣰا

“Allah menghendaki untuk meringankan kalian (manusia), manusia itu diciptakan dalam kelemahan.”(QS. An-Nisa’: 28)

Hadirin rahimakumullah,

Adakah yang merasa kuat di sini tanpa pertolongan Allah? Adakah yang merasa bisa menghasilkan rezeki tanpa campur tangan Allah?

Khatib yakin, bahwa hadirin bisa merasakan kasih sayang Allah kepada kita semua, entah melalui hal-hal kecil atau bahkan dalam peristiwa besar dalam hidup kita. Andai saja, kita belum merasakan cinta kasih sayang Allah, berarti kita belum mengenal Tuhan kita sepenuhnya!

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada satu hadis qudsi, yang kiranya perlu kita ingat dan renungi bersama, agar kita tidak terlalu lelah mengejar perkara duniawi.

يَا بنَ آدَمَ؛ لَا تَخَافَنَّ من ذي سُلْطَان؛ مَا دَامَ سُلطَاني بَاقيًا؛ وَسُلْطَاني لَا يَنْفَدُ أَبَدًا.

“Wahai anak Adam, janganlah kau takut pada orang-orang yang memiliki kekuasaan, tenanglah Singgasana Kekuasaan-Ku masih tetap, Kekuasaan-Ku tidak akan sirna selamanya!

Hadirin!

Allah lah Zat Maha Kuasa, andai hari ini kita dizalimi oleh pimpinan, bos, mandor, atau pejabat yang punya kuasa sekalipun, ingatlah bahwa Allah Maha Kuasa, Allah lebih berhak ditakuti dari pada mereka!

يَا بْنَ آدَمَ لَا تَخْشَ مِن ضِيْقِ رِزْقٍ؛ وَخَزَائِنِي مَلآنَةٌ، وَخَزَائِنِي لَا تَنْفُدُ أَبَدًا.

“Wahai anak Adam, jangan kau khawatirkan kesukaranmu dalam rezeki! Tenang, perbendaharaan-Ku masih penuh dan tidak akan habis selamanya.”

Artinya, Allah Maha Kaya yang bakal memberikan manusia kecukupan, bahkan kekayaan! Seakan Allah ingin kuatkan kita sebagai manusia, di saat kita mungkin sedang risau di tengah ketidakpastian, terlebih di tengah kecamuk perang Iran-AS.

Allah Maha Kaya, selagi kita berkenan ikhtiar dan berpasrah diri di hadapan Allah, Allah akan hadir untuk kita.

يَا بْنَ آدمَ خَلَقْتُكَ لِلعِبَادَةِ؛ فَلَا تَلْعَبْ، وَضَمَنْتُ لَكَ رِزْقَكَ فَلَا تَتْعَبْ، فَوَعِزَّتي وَجَلَالِي إِنْ رَضِيْتَ بِـمَا قَسَمْتُهُ لَكَ أَرَحْتُ قَلْبَكَ وَبَدَنَكَ؛ وَكُنْتَ عِنْدِي مَحْمُودًا؛

“Wahai anak Adam! Aku itu menciptakan kalian untuk ibadah, sudah kamu jangan bermain-main! Aku tanggung rezekimu, jangan sampai kamu (terlalu) capek! Demi Keagungan dan Kebesaran-Ku, jika kamu rida apa yang aku bagikan kepadamu, aku bakal rilekskan hati dan tubuhku! Kamu pun terpuji di sisi-Ku!”

Ma’asyiral muslimin

Allah sungguh sayang dengan kita, selagi kita jalankan kewajiban sebagai hamba-Nya, kewajiban sebagai manusia sosial, atau kewajiban lingkup keluarga, Allah tidak akan meninggalkan kita sebagai hamba-Nya.

Seakan Allah ingin sampaikan kepada kita, “Hai manusia, yang membuat kamu rileks, tenang, atau bahagia itu bukan uangmu, bukan rumah megahmu, bukan pula jabatan menterengmu. Bukan! Yang membuatmu tenang adalah rasa syukurmu dan kesadaran dirimu sebagai hamba!”

وَإِن أَنْتَ لَـمْ تَرْضَ بِمَا قَسَمْتُهُ لَكَ؛ فَوَعِزَّتِـي وَجَلَالِي لَأُسَلِّطَنَّ عَلَيْكَ الدُنْيَا، تَرْكُضُ فِيهَا رَكْضَ الوُحُوْشِ فِي البَرِيَّةِ؛ ثُمَّ لَا يَكُوْنُ لَكَ مِنْهَا إِلَّا مَا قَسَمْتُهُ لَكَ.

“Wahai anak Adam! Andai kamu tidak rida denga napa yang telah Aku tetapkan untukmu, demi keagungan dan kebesaran-Ku kamu akan Ku jadikan budak dunia, kamu akan terus mengejarnya bak binatang buas yang tidak pernah puas di daratan. Bahkan kamu pun tidak akan mendapatkan apapun kecuali yang sudah Aku tetapkan untukmu!”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sumpah Allah menjadi penegas bahwa jangan sekali-kali kita tidak rida dengan takdir kita dalam urusan rezeki. Betapa pentingnya keridaan sebagai hamba sembari usaha maksimal.

يَا بْنَ آدمَ خَلَقْتُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلَمْ أَعْيَ بِـخَلْقِهِنَّ؛ أَيُعِيْيَنِي رَغِيْفُ عِيْشٍ أَسُوْقُهُ لَكَ؟ يَا بْنَ آدَمَ لَا تَسْأَلْنِيْ رِزْقَ غَدٍّ كَمَا أَطْلُبُ مِنْكَ عَمَلَ غَدٍ. يَا بْنَ آدمَ أَنا لَكَ مُحِبٌّ؛ فَبِحَقِّي عَلَيْكَ كُنْ لِي مُحِبًّا

“Wahai anak Adam! Aku menciptakan langit-langit dan bumi tidak lantas membuatku insaf. Masak keruwetan hidup bisa membuatmu ragu untuk lanjutkan hidup, padahal sudah Aku atur, loh! Hai anak Adam! (Sudah) janganlah kau menuntut untuk rezeki esok hari, toh Aku juga tidak menuntut amal baik di hari esok! Hai anak Adam, (ketahuilah) Aku ini Zat Yang Mencintaimu, harusnya Aku lebih berhak mendapatkan cintamu, bukan!”

Ma’asyiral muslimin!

Betapa Allah mencintai kita, sayangnya kita dibuat buta oleh dunia, sehingga kita sering melupakan Allah yang sangat mencintai kita.

Semoga khutbah singkat ini bermanfaat bagi kita semua! Semoga Allah selalu berikan cinta-Nya kepada kita semua sampai kita bingung untuk membalas cinta agung-Nya.

أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.

فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.