Angga Arifka Alumnus Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, tinggal di anggaarifka[dot]com

Pancasila dan Islam di Indonesia: Harmoni dalam Keragaman

2 min read

sumber: newnaratif.com

Kemerdekaan Indonesia adalah tonggak sejarah yang membebaskan bangsa ini dari penjajahan kolonial dan mengawali perjalanan menuju pembentukan negara yang berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila, dan Pancasila sama sekali senada dengan nilai-nilai keislaman.

Kemerdekaan Indonesia diraih setelah perjuangan panjang melawan penjajahan Belanda yang berlangsung selama beberapa dekade. Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 merupakan titik balik dalam sejarah bangsa ini, mengakhiri dominasi penjajahan dan membangkitkan semangat nasionalisme serta kebanggaan identitas Indonesia. Kemerdekaan ini juga membuka pintu bagi pengembangan nilai-nilai yang akan membentuk landasan moral dan ideologi negara.

Pancasila merupakan dasar negara dan filsafat kebangsaan Indonesia yang menggabungkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini membentuk fondasi yang kuat untuk menjaga kesatuan dalam keragaman budaya, agama, dan suku di Indonesia.

Pancasila juga menjadi jembatan penghubung antara berbagai komunitas dan keyakinan di Indonesia, memastikan bahwa pluralitas dihormati dan dikelola dengan bijak dalam konteks negara yang demokratis.

Dalam konteks keislaman, Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Islam telah menjadi bagian integral dari kehidupan dan budaya bangsa ini selama berabad-abad. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, negara ini telah berhasil menjaga prinsip-prinsip toleransi agama dan kebebasan beragama, sejalan dengan semangat Pancasila.

Indonesia mengadopsi pendekatan Islam yang moderat dan inklusif, yang menganjurkan penghargaan terhadap keragaman dan penolakan terhadap ekstremisme dan radikalisme.

Islam di Indonesia juga tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti adat istiadat, seni, budaya, dan arsitektur. Nilai-nilai Islam, seperti kasih sayang, solidaritas, dan gotong royong, juga memiliki dampak yang mendalam pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia.

Pancasila, sebagai dasar negara dan filsafat kebangsaan Indonesia, pada dasarnya tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, Pancasila memiliki potensi untuk mendukung prinsip-prinsip fundamental dalam Islam serta memfasilitasi kerjasama dan harmoni antara agama-agama di Indonesia. Ini dapat dijelaskan dengan beberapa argumen yang menggambarkan kesesuaian antara Pancasila dan nilai-nilai Islam.

Baca Juga  Memaknai Bucin di Bulan Penuh Cinta dari BTS

Pertama, Pancasila menegaskan kebebasan beragama sebagai salah satu prinsipnya. Ini sejalan dengan ajaran Islam yang menghormati kebebasan individu untuk memilih dan menjalankan agama. Konsep kebebasan beragama dalam Pancasila memungkinkan masyarakat muslim di Indonesia mengamalkan agama mereka tanpa hambatan.

Kedua, Pancasila menekankan pentingnya keadilan sosial dan persatuan dalam keragaman. Prinsip-prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam tentang keadilan, persaudaraan, dan menciptakan kedamaian di antara umat manusia. Pancasila membuka peluang bagi umat muslim Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara yang berlandaskan pada nilai-nilai keadilan dan persatuan.

Ketiga, sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” memiliki kesamaan dengan konsep akhlak dalam Islam, yang mendorong perlakuan baik dan adil terhadap sesama manusia. Konsep ini juga mencakup nilai-nilai kasih sayang, empati, moralitas, dan perhatian terhadap orang lain, yang merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam Islam.

Keempat, Pancasila menganjurkan demokrasi dan musyawarah sebagai cara untuk mencapai kesepakatan dalam pengambilan keputusan. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang mempromosikan pengambilan keputusan berdasarkan konsensus (syura). Demokrasi yang diakui dalam Pancasila memungkinkan partisipasi aktif dan inklusif dari masyarakat muslim dalam pembentukan kebijakan.

Kelima, Pancasila mengedepankan toleransi sebagai prinsip yang penting untuk memelihara keragaman agama dan budaya di Indonesia. Toleransi ini cocok dengan pesan Islam tentang saling menghormati dan hidup berdampingan dengan yang berbeda secara damai. Keadilan sosial yang ditekankan dalam Pancasila juga serupa dengan prinsip distribusi kekayaan dan bantuan kepada yang membutuhkan dalam ajaran Islam.

Penting untuk diingat bahwa Pancasila adalah sebuah kerangka kerja yang bersifat inklusif dan terbuka bagi berbagai keyakinan agama dan budaya. Dengan kata lain, Pancasila tidak menghambat praktik keagamaan dan nilai-nilai Islam, melainkan sebaliknya, mendorong untuk menjaga harmoni dan kerja sama antara berbagai kelompok masyarakat, termasuk umat Islam Indonesia, dalam rangka membangun negara yang adil, makmur, dan sejahtera.

Baca Juga  Mencari Polisi Jujur

Dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang, penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat dan memperbaharui komitmen terhadap prinsip-prinsip Pancasila dan nilai-nilai Islam sebagai pijakan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berkeadilan.

Dengan memelihara semangat kebersamaan dan kerja sama antara berbagai kelompok masyarakat, Indonesia dapat terus menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam memanfaatkan kekayaan budaya dan agama sebagai sumber kekuatan untuk kemajuan bersama.

Angga Arifka Alumnus Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, tinggal di anggaarifka[dot]com