



Allah, Engkau punya siapa?
Jika Engkau seorang ayah, putra mana yang Engkau bela
Kepada-Mu semua memohon restu saat membunuh
Merapal doa kepada-Mu ketika tangan membidikkan peluru
Allah, Engkau punya siapa?
Mengapa Engkau janjikan sejumput tanah kalau hanya menjadi ladang pertumpahan darah
Kesucian mestinya membasuhkan air wudhu ke seluruh wajah
Bukan merobek dada mencabut jantung beku memerah
Allah, Engkau mau apa?
Mengapa kisah dunia-Mu Kau awali dengan pembunuhan sesaudara?
Apakah Engkau juga ingin mengakhirinya dengan perang saudara di Kota Darah?
Allah, katakan, Engkau membela siapa?
Di sini kaum fakirku tiba-tiba tak ada
Anak-anak terlantarku yang mengais-ngais sampah di jalanan tiba-tiba tak bisa bersuara
Orang tua dan saudara-saudaranya bersumpah darah demi Palestina
Menyeret-Mu menjadi pembela agar merasa suci saat membunuh sesama saudara
Sidoarjo, 18 Mei 2021
Budayawan yang Tinggal di Sidoarjo