



Dalam artikel tentang nasib imigran Arab di Eropa, disebutkan pengaruh peradaban Arab di Eropa yang langgeng hingga kini yaitu beberapa nama kota, Marseille (marsallah) dan Palermo (balharm) dan selat Gibraltar (jabal Tariq). Namun demikian, ada pula diksi atau kata yang berkonotasi buruk yang berasal dari nama etnis Afrika Utara yang kemudian menjadi Arab. Kata yang bermakna negatif itu adalah Barbar atau Berber.
Kata Barbar atau barbarisme adalah kata yang digunakan untuk menunjuk perbuatan yang tidak beradab tingkat dewa yang mengakibatkan kerusakan dan kebinasaan manusia, alam dan makhluk lain. Dalam bahasa Inggris Barbarism berarti absence of culture and civilization (hilangnya budaya dan peradaban); atau extreme cruelty or brutality (kekejaman yang parah atau kebrutalan).
Tindakan seperti membantai manusia dan menghancurkan tatanan manusia sering disebut dengan Barbar. Bagaimana kata yang berkonotasi buruk itu diambil dari nama etnis Afrika Utara? Ekspansi Islam ke Eropa yang kemudian menjadikan semenanjung Andalusia / Iberia tunduk di bawah kekuasaan dinasti Umayyah berawal dari kisah heroik panglima perang umat Islam Tariq b. Ziyad. Bersama Musa b. Nusair, Gubernur Afrika masa kekuasaan Dinasti Umayyah, Al-Walid b. ‘Abd al-Malik, pada 711-718M, merebut semenanjung Iberia yang sekarang adalah Spanyol dan Portugal.
Mereka menumbangkan kekuasaan Visigoth dan menundukkan semenanjung pada penguasa muslim. Keberhasilannya mengobarkan semangat tentara muslim dan memenangkan peperangan, menjadikannya panglima perang terhebat tidak hanya bagi kalangan muslim tapi juga dunia. Dia menjadi rujukan kemiliteran seperti halnya Sun Tzu (w. 496SM), panglima Tiongkok yang bukunya berjudul “Seni Beperang” menjadi rujukan utama militer dunia.
Dari manakah Tariq berasal? Ada 3 versi tentangnya. Ibn Khallikan (1211-1286) mengatakan bahwa Tariq adalah dari etnik Arab . Sementara ada yang mengatakan dia adalah orang Persia asal Hamadan. Sementara mayoritas sejarawan mengatakan bahwa dia adalah orang Barbar dari Maroko seperti kata Abu Abdillah al-‘Idrisi.
Sejarawan Spanyol Rafael del Morena berkata bahwa Tariq adalah panglima dari etnis Barbar yang lahir pada 14 Juni 679M/57H. Josef Deabajo berkata bahwa Tariq adalah panglima muslim yang cerdik dan militan yang telah menunjukkan kehebatannya dalam seni perang sehingga mengantarkan anak desa ini ke kedudukan yang tinggi sebagai penguasa Tangier (Tanjah) kawasan pelabuhan Maroko dan selat Gibraltar.
Alkisah setelah Musa b. Nusair diangkat menjadi wali atau gubernur Afrika oleh penguasa dinasti Umayyah, Musa melakukan ekspansi ke barat hingga ke ujung Maroko. Warga setempat, etnis Barbar, setelah melihat kekuatan tentara muslim dan banyaknya tawanan dan rampasan atas mereka, mereka pun akhirnya menyerah. Sebagai konsekuensi kalah perang, mereka menjadi budak yang tunduk kepada penguasa muslim. Di antara mereka adalah Tariq b. Ziyad beserta warga Barbar yang berjumlah 12.000.
Untuk kepentingan politik, Musa b. Nusair mengangkat Tariq b. Ziyad sebagai penguasa lokal yang selain bertanggung jawab atas warga Barbar, dia juga bertanggung jawab atas warga keturunan Arab yang berjumlah 17.000. Musa memerintahkan agar yang Arab mengajarkan baca al-Quran dan pengetahuan agama kepada warga Barbar.
Musa b. Nusair meraih sukses besar dengan menguasai seluruh Afrika Utara tinggal satu kawasan kecil Sabtah yang masih dimiliki oleh Julian Spanyol. Julian memberangkatkan putrinya ke Spanyol untuk belajar ke keluarga istana Spanyol. Namun sang putri ditawan oleh Roderick, penguasa Spanyol. Julian panik dan minta tolong penguasa muslim untuk menyerang Roderick.
Tariq b. Ziyad tergoda dengan gambaran keindahan Spanyol dan berpikir untuk menyeberang ke sana. Musa b. Nusair pun semula usai menguasai Afrika Utara tidak terpikir untuk melanjutkan ekspansi ke Andalusia. Musa b. Nusair pun menyampaikannya kepada penguasa Umayyah di Damaskus. Yang kemudian dilakukan operasi intelejen ke Spanyol untuk mengukur kekuatan lawan. Tarif b. Malik dari etnis Barbar ditugaskan melakukan operasi itu.
Setelah diketahui lemahnya kekuatan lawan, maka keputusan menyerang diambil dan Tariq b. Ziyad memimpin ekspansi Islam ke Andalusia. Terngiang ucapan khalifah Utsman b. Affan bahwa Andalusia adalah pintu penaklukan Konstantinopel. Kalau Rasulullah bersabda bahwa kelak Konstantinopel akan jatuh ke tangan umat Islam, maka khalifah Utsman mengatakan bahwa pintunya adalah dari Andalusia. Dan pada masa Utsman juga telah ada ekspedisi militer ke Sicilia namun tidak sampai melakukan penaklukan.
Selanjutnya: Jangan Panggil Barbar (2)
Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya