Matematika adalah Bukti Nyata Ketauhidan dan Sifat-sifat Allah

Matematika adalah sebuah ilmu yang membahas tentang logika mengenai bentuk, bilangan, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya. Sedangkan Tauhid adalah dasar agama Islam yang secara persis diungkapkan dalam frasa “la ilaha illallah” yang artinya tiada tuhan selain Allah.

Lantas, mengapa dapat dikatakan matematika sebagai bukti kalimat Tauhid? Jawabannya tidak lain adalah karena setiap unsur yang ada di dunia ini pasti mengandung tauhid, tidak terkecuali matematika.

Bukti dari pernyataan tersebut tersirat dalam pengertian matematika itu sendiri. Matematika merupakan ilmu yang membahas tentang bilangan. Dalam matematika, bilangan memiliki berbagai macam jenis antara lain bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, bilangan real, bilangan rasional, bilangan irasional ,dan lain sebagainya.

Misalnya, dari berbagai macam jenis bilangan, bilangan asli merupakan bilangan yang dimulai dari angka 1 yang sama persis dengan esensi tauhid yaitu esa, tunggal, atau dapat diartikan 1 (satu). Jika ditelaah lebih dalam kalimat tauhid tidak hanya menyatakan Allah itu Esa tetapi juga menyatakan Allah itu ada sebagaimana angka 1 yang  bersifat wujud (ada).

Dalam sudut pandang matematika angka 1 merupakan angka pertama dalam sebuah bilangan asli. Angka 1 merupakan induk dari semua angka yang ada. Dapat diartikan bahwa semua angka merupakan cabang dari angka 1. Begitu pula sama halnya alam semesta ada karena Allah SWT itu wujud atau ada.

Namun, tidak semua bilangan di matematika diawali dengan angka 1. Akan tetapi masih ada angka 0 sebelum angka 1 pada bilangan bulat. Dalam kategori bilangan bulat terdapat bilangan negatif. Karenanya dapat disimpulkan bahwa angka 1 bukan merupakan bilangan terkecil pada setiap bilangan, dan bukan angka pertama pada bilangan bulat. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan angka 0 adalah awal dari semua angka yang ada, Karena angka 0 lebih kecil daripada angka 1.

Namun, hal ini tidak lantas dapat disimpulkan bahwa  angka 0 tidak ada artinya. Angka 0 dapat dimisalkan sebagai harta dalam agama Islam. Semakin banyak angka 0 maka semakin banyak pula harta yang dimiliki seseorang. Akan tetapi angka 0 tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan angka 1, yang mana angka 1 diumpamakan sebagai tauhid.

Semakin bergeser ke-kiri letak angka 1 maka akan semakin besar pula deretan angka 0 tersebut dan semakin banyak pula harta yang diridhoi Allah SWT karena adanya tauhid. Oleh karena itu, jika semakin banyak harta yang dikeluarkan sebagai amal yang terbungkus dengan tauhid, maka semakin banyak pula tabungan seseorang untuk bekalnya kelak di akhirat.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa angka 0 bukan merupakan awal dari terbentuknya semua angka-angka karena ia tidak bernilai jika terletak di awal susunan angka. Sebaliknya, angka 0 hanya bernilai jika terletak di akhir susunan angka. Sama halnya dengan tidak berartinya segala sesuatu di dunia ini jika tidak ada kepercayaan akan ketauhidan Allah.

Pembuktian angka 1 merupakan awal dari semua angka bisa dilihat dari angka yang lebih besar dari angka 1. Contoh ambilah angka 2,3,4 dan 5, angka 2 dapat dipecah dengan 1+1, angka 3 dapat dipecah 1+1+1 atau 1+2, angka 4 dapat dipecah 1+1+1+1 atau 1+2+1 atau 1+3 atau 2+2, angka 5 dapat dipecah 1+1+1+1+1 atau 1+2+2 atau 1+1+3 atau 2+3 atau 1+4. Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa angka 1 merupakan awal mula dari semua angka yang ada. Karena angka 1 merupakan awal dari semua angka, maka angka 1 dapat dijadikan sebagai bukti sifat Allah Qidam’ yang artinya dahulu.

Selain itu angka 1 juga tidak dapat dipecah seperti angka yang lain, maka angka 1 juga dapat dikatakan sebagai bukti sifat Allah Mukhalafatul Lilhawadis, yang artinya berbeda dengan makhluk, sifat Allah Qiyamuhu Binafsihi, yang artinya berdiri sendiri, serta sebagai bukti sifat Allah Baqa’ yang artinya kekal. Arti kekal pada angka 1 didasari dengan adanya angka-angka yang terbentuk dari angka 1, jika angka-angka tersebut masih ada maka angka 1 pasti tidak akan menghilang. Karena angka 1 merupakan induk dari semua angka yang ada.

Selain sifat Wujud, Qidam, Baqa’, Mukhalafatul Lilhawadis, Qiyamuhu Binafsihi. Angka 1 juga dapat dijadikan bukti sifat Qudrat yang artinya kuasa, dan Iradat yang artinya berkehendak. Bukti angka 1 memuat sifat Qudrat, dan Iradat, yaitu karena angka 1 merupakan induk dari angka yang ada, dengan demikian angka 1 berkuasa dalam kehendaknya untuk melahirkan angka-angka.

Begitulah Maha Kuasa Allah dalam menciptakan segala sesuatu di dunia ini yang mana pasti memiliki tauhid. Tidak terkecuali ilmu matematika, yang di dalamnya membahas angka. Akan tetapi tidak kita sadari bahwa matematika juga mengandung tauhid. Bahkan dapat dijadikan sebagai bukti dari ilmu tauhid yaitu ilmu tentang keesaan Allah SWT. Dengan membaca tulisan ini semoga kita semua dapat menambah ketauhidan kepada Allah SWT.

1

Mahasiswa Pendidikan Matematika, UIN Walisongo Semarang

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.