Ahmad Syahrul Ansori Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Khutbah Jumat: Keutamaan ‘Basmalah’ dan ‘Hamdalah’ untuk Menghindarkan Diri dari Kemaksiatan

2 min read

Khotbah I

اَلْحَمْد للهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ جَزِيْلِ النِّعَمِ بَاعِثِ نَبِيِّهِ محمد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجَوَامِعِ الْكَلَامِ، وَبَدَائِعِ الْحِكَمِ. أَرْسَلَهُ لِلنَّاسِ كَافَّةً بَشِـيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَيْهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا، فَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَجَاهَدَ فِيْ رَبِّهِ جِهَادًا كَبِيْرًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، وَعَلَى آلِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ اللهُ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرَ تَطْهِيْرًا، وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ فِيْ الْاِقْتِدَاءِ نُجُمًا نِيْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَٱذْكُرُونِيۤ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُواْ لِى وَلاَ تَكْفُرُونِ

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Mengawali khutbah, Khatib mengingatkan diri sendiri, juga kepada jemaah untuk selalu berusaha meningkatkan ketakawaan di hadapan Allah SWT.

Hadirin, sering kali kita lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita. Banyak hal yang dapat kita lakukan, kita capai, baik berupa prestasi, kesuksesan, atau cita-cita, sedang kita lalai untuk bersyukur.

Jemaah sidang Jumat yarhakumullah

Allah SWT berfirman dalam Q.S. An-Nahl (16): 14,

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلالاً طَيِّباً وَٱشْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ إِن كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Maka makanlah kalian yang halal, baik dari rezeki yang diberikan kepada kalian. Bersyukurlah kalian, jika kalian hanya menyembah kepada-Nya (Allah)”

Pada ayat lain, surat Al-Baqarah (2): 152, Allah berfirman,

فَٱذْكُرُونِيۤ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُواْ لِى وَلاَ تَكْفُرُونِ

“Ingatlah kepada-Ku (Allah SWT), maka Aku akan mengingatmu! Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar pada-Ku”

Tulis Imam Sya’rawi dalam kitab tafsirnya, bahwa kita tidak boleh melupakan Dzat Pemberi kenikmatan yang memberikan keistimewaan, prestasi, kemampuan kepada kita sebagai manusia. Seruan Allah “Ingatlah kepada-Ku!” Hanya ingin kita sebagai hambanya mengingat Allah SWT yang memberikan seluruh kenikmatan ini.

Baca Juga  Khutbah Jum'at: Enam Sebab yang Membuat Hati "Membeku"

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Apakah kenikmatan hanya berupa prestasi, usaha sukses, kekayaan melimpah, atau keluarga harmonis saja? Sungguh bukan hanya itu. Nabi Muhammad saw bersabda:

اِغْتَنِمْ خَمسًا قَبلَ خَمسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِناكَ قَبلَ فَقْرِكَ، وفَرَغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ، وحَيَاتَكَ قَبلَ مَوتِكَ. رَوَاهُ الترمذي مرسلا

“Ambilah kesempatan dari lima hal sebelum lima hal lainnya terjadi. Pertama, masa mudamu sebelum masa tuamu. Kedua, masa sehatmu sebelum masa sakitmu. Ketiga, masa kayamu sebelum datang masa fakirmu. Keempat, waktu luangmu sebelum masa sibukmu. Kelima, masa hidupmu sebelum matimu!”

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah SWT

Masih menurut Syekh Sya’rawi, bahwa saat kita diberikan kesempatan, kesehatan, masa muda, dan berbagai kenikmatan, Allah SWT akan menambahkan kenikmatan-kenikmatan tersebut. Tapi dengan syarat, kita harus berusaha mengingat dan menyadari betul bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah bersumber dari Allah SWT, apa pun itu!

Hadirin, rahimakumullah

Pernahkah kita merasa hina karena banyak bermaksiat, tapi memiliki keinginan kuat untuk lepas dan meninggalkan kemaksiatan tersebut?

Imam Sya’rawi menjelaskan tentang faedah dari para salaf saleh. Saat kita akan meminum air tiga kali tegukan, disarankan membaca basmalah setiap sebelum menenggak air, dan setiap setelah menenggak air mengucapkan alhamdulillah. Jika dilakukan, selagi air masih berada di tubuh kita, maka kemaksiaatan tidak akan terbesit pada tubuh kita.

Jemaah sidang Jumat yarhakumullah

Praktik meminum air dengan membaca basmalah, dan mengakhiri dengan alhamdulillah, dapat berdampak pada tubuh seseorang. Mengapa air? Karena tubuh kita dipenuhi oleh komponen air daripada yang lainnya. Demikian jelas Syekh Sya’rawi.

Bahwa apa pun kebaikan yang kita lakukan tanpa basmalah, akan hambar dari keberkahan. Nabi Muhammad saw bersabda,

Baca Juga  [Khutbah Idul Adha] Hakikat Berkorban di Masa Pandemi

كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ أَقْطَعُ

“Segala sesuatu kebaikan, jika tidak diawali dengan bismillahirahmanirrahim maka terputus atau kurang (berkahnya).” Hadis lain dengan derajat dhaif diriwayatkan oleh Ibnu Majah,

كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بالْحَمْدِ للهِ فَهُوَ أَقْطَعُ. رواه ابن ماجه

“Segala sesuatu kebaikan, jika tidak diawali dengan alhamdulillah, maka ia akan berkurang atau terputus (berkahnya)”

Hadirin salat Jumat

Basmalah dan hamdalah merupakan dua kata istimewa bagi umat Islam, basmalah sebagai pengingat bahwa kita hanya hamba sang Dzat Yang Maha Kuasa lagi Maha Esa. Kebaikan demi kebaikan yang kita lakukan hanya bagian dari kasih sayang-Nya Allah SWT kepada kita. Basmalah, upaya mengingat Allah SWT pada setiap kegiatan.

Hamdalah sebagai ungkapan syukur sebagai hamba terhadap Dzat Sang Kuasa. Siapapun dan kapanpun akan melestarikan alhamdulillah, meski kenikmatan yang didapatkan berbeda-beda.

Ma’asyiral muslimin  rahimakumullah

Kesimpulan khutbah kali ini, selagi kita menyimpan dua kalimat istimewa ini, basmalah dan hamdalah. Berbagai kenikmatan, kebaikan akan selalu menyertai kita. Termasuk substansi dari keduanya adalah mengangungkan Allah SWT.

Semoga kita semua diberi pertolongan untuk selalu mengawali aktivitas dengan basmalah, semoga diberi pertolongan untuk selalu bersyukur, mendayagunakan akal pikiran untuk menyadari kelemahan sebagai hamba, dan dapat beribadah secara istiqamah. Aminnn ya rabbal alamin

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Baca Juga  Khutbah Jumat: Kriteria Pemimpin Ideal

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Ahmad Syahrul Ansori Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.