Ahmad Syahrul Ansori Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Khutbah Jumat: Menjelang Pemilu, Jangan Ada “Setan” Di Antara Kita

2 min read

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَشْكُرُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لَّا إلهِ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَلَا مَثِيْلَ لَهُ، هُوَ الْإِلهُ الْعَفُوُّ الْغَفُوْرُ الْمُسْتَغْنِي عنْ كُلِّ مَا سِوَاهُ وَالْمُفْتَقِرُ إِلَيْهِ كُلُّ مَا عَدَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً يَقْضِي بِهَا حَاجَاتِنَا وَيُفَرِّجُ بِهَا كُرُبَاتِنَا وَيَكْفِيْنَا بِهَا شَرَّ أَعْدَائِنَا وَسلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى صَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَآلِهِ الْأَطْهَارِ وَمَنْ وَالَاه

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Seruan khatib kepada diri khatib secara pribadi dan kepada hadirin jemaah untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah Swt., Berusaha sebisa mungkin untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt., Pesan ketakwaan bukan sekadar pesan, melainkan upaya evaluasi diri seberapa kita takut di hadapan Allah Swt.

Ma’syiral muslimin rahimakumullah,

Tidak akan lama lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi, perhelatan pemilu serentak melibatkan semua komponen bangsa. Acap kali menjelang pesta demokrasi tensi sosial semakin intens, seiring perbincangan tentang sosok yang akan dipilih. Perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi merupakan keniscayaan, kendati demikian tidak boleh meruntuhkan semangat persatuan dan gotong royong.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah Swt.,

Menjelang pemilu serentak, mari kita renungi hadis sahih riwayat Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw. bersabda,

اِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحّدِيْثِ وَلَا تَحَسَّسُوْا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تُدَابِرُوا وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا

“Waspadalah terhadap prasangka, karena prasangka merupakan hoaks paling buruk, jangan resah, jangan memata-matai, jangan bersaing, jangan saling mendengki, jangan saling membenci, dan jangan saling berpaling! Jadilah kalian besaudara dengan lainnya!”

Nabi Muhammad saw. mengingatkan kita untuk selalu menghindari prasangka buruk yang tidak berdasar, mengapa prasangka merupakan hoaks paling nyata?

Baca Juga  Keutamaan Berbagi dengan Sesama Meski Bukan Dengan Harta

Hadirin rahimakumullah,

Prasangka hanya muncul tanpa dasar yang jelas, ia mudah menjatuhkan orang-orang yang memilikinya untuk tidak suka atau benci antar sesama. Prasangka merupakan senjata setan untuk menanamkan benih-benih keburukan di antara manusia, setan akan selalu menguatkan prasangka tersebut sehingga mendorong untuk memata-matai, untuk mengusut dan menimbulkan permusuhan. Demikian kerja-kerja setan untuk memorak-perandakan toleransi sesama manusia.

Hadirin salat Jumat rahimakumullah,

Sungguh setan merupakan musuh nyata bagi kita, dimana saja dan kapan saja setan akan selalu mengintai kita. Semoga kita diberi pertolongan Allah Swt. untuk tidak masuk perangkap setan. Allah Swt. berfirman surah al-Baqarah ayat 208,

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ ٱدْخُلُواْ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ ٱلشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Wahai orang-orang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

Setan adalah musuh nyata bagi kita semua, setan dapat menyelinap dalam setiap prasangka buruk terhadap teman, kerabat, kompitator, atau siapapun itu.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Setelah berhasil menanam benih prasangka buruk, ia akan mendorong untuk investigasi segala keburukan, lantas setan dengan mudah menghidupkan api kebencian, kedengkian, dan permusuhan sesama manusia. Kalau sudah muncul kebencian di antara masyarakat, solidaritas persatuan dan gotong royong akan meredup. Tulis Musa Sahin dalam Fathul Mun’im.

Hari ini, seruan untuk tidak berprasangka buruk menutup celah untuk terpecah belahnya persatuan dan kerukunan masyarakat Indonesia, terlebih menjelang pemilu serentak.

Jemaah salat Jumat yang diberkahi oleh Allah Swt.,

Sebagai muslim yang baik berkewajiban untuk menciptakan suasana damai dan bahagia dalam proses pesta demokrasi. Informasi yang diterima perlu kita check and recheck, agar yang kita yakini bukan sekadar dugaan belaka tapi memang sebuah kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Khutbah: Merayakan Maulid dengan Selalu Tersenyum Ramah kepada Sesama

Allah swt. mengingatkan kita bersama dalam surah al-An’am ayat 116,

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka ikuti hanya dugaan belaka dan mereka hanya membuat kebohongan.”

Imam Sya’rawi dalam tafsirnya menjelaskan tentang ayat ini, bahwa manusia diciptakan oleh Allah Swt. dengan fitrah kebaikan, sedangkan dugaan atau kecurigaan merupakan persepsi tentang kemungkinan, ia sama seperti ilusi. Kecurigaan, dugaan, atau prasangka yang perlu dihindari adalah yang bersumber dari nafsu.

Tentu pesan dominasi kebaikan dan kebenaran tidak boleh kalah dengan dugaan atau prasangka yang tidak berdasar. Imam Sya’rawi memberikan analogi sederhana, jika kita bepergian ke pasar dan bertanya kepada pedagang, “Berapa timbangan gandum ini?” dijawab oleh si pedagang, “Kira-kira 100 kilogram atau 120 kilogram.” Tentu jawaban si pedagang termasuk hanya taksiran atau dugaan belaka tanpa ada bukti nyata dan timbangan yang jelas.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Andai saja kita percaya sebuah dugaan, prasangka, atau taksiran seperti pedagang tadi betapa kita akan merugi. Betapa bahayanya sebuah prasangka tanpa dasar atau asumsi kebohongan dipercaya melebihi fakta yang sebenarnya.

Sebagai penutup khutbah, khatib mengajak kepada hadirin untuk tidak mudah terbawa hasutan setan berupa prasangka buruk atau dugaan yang tidak berdasar. Mari kita ramaikan pesta demokrasi dengan damai, tanpa hasutan setan di antara kita. Bijak bestari berpesan kepada kita,

مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ قَلَّ اِنْكَارُهُ

“Ia yang memiliki wawasan luas, akan sedikit kagetnya.”

Semoga khutbah singkat ini memberikan manfaat kepada khatib secara khusus dan kepada hadirin, semoga Allah selalu menolong kita untuk istikamah dalam beribadah dan dijauhkan dari prasangka tanpa dasar.

Baca Juga  Khutbah Jumat: Hebatnya Indonesia

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

     أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا وَ بَلَدِ فَلَسْطِيْنَ خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

Ahmad Syahrul Ansori Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.