Menyikapi Sebuah Takdir Dalam Diri Kita
Kehendak Allah kepada diri kita merupakan kejadian yang telah berlangsung, tidak dapat dihindarkan, dan tidak diketahui sebelumnya.
Kehendak Allah kepada diri kita merupakan kejadian yang telah berlangsung, tidak dapat dihindarkan, dan tidak diketahui sebelumnya.

Orang yang semakin banyak berqurban itu artinya semakin luhur derajat akhlak, moral dan emosionalnya. Sebaliknya, orang yang semakin sedikit berqurban berarti semakin luntur atau bahkan kehilangan keluhuran akhlaknya.
![[Khutbah Idul Adha] Hakikat Berkorban di Masa Pandemi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-38-825x510.png)
[Naskah Khutbah Idul Adha] Selembar Kisah Abadi: Pengorbanan Suci dan Cinta Sejati
![[Khutbah Idul Adha] Selembar Kisah Abadi: Pengorbanan Suci dan Cinta Sejati](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/Untitled-design-38-825x510.png)
Di masa pandemi Corona ini, kiranya nilai kesabaran dalam menghadapi cobaan seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim relevan untuk kita tiru.
![[Khutbah Idul Adha] Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Perjuangan Kita Melawan Covid-19](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/ezgif-2-87baa0d7cffb-825x510.png)
Jika sedikit saja ada perasaan terburu-buru, permohonan itu tidak akan dikabulkan Allah. Doa dengan harapan terkabulnya permohonan secara terburu-buru berarti mendikte Allah. Pula ia bertindak sebagai manusia Maha di atas Mahakuasanya Allah.
![[Khutbah Jumat] Menjadi Muslim yang Selalu Berusaha dan Berdoa](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/07/berdoa-kepada-selain-allah.jpg)
Jadilah muslim selektif dan produktif. Badan Anda dijamin lebih sehat, rumah tangga Anda dijamin lebih bahagia, ekonomi Anda dijamin lebih stabil, dan tidak banyak orang di sekeliling Anda yang sinis atau bermusuhan dengan Anda.
![[Khutbah Jumat] Menjadi Muslim yang Selektif dan Produktif](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/hipwee-productivity-01-750x400-1.jpg)
Optimislah menghadapi semua persoalan hidup dengan cahaya al-Qur’an dan cahaya shalat. Saya yakin kita bisa menggoyang jagat dengan shalat. Geserlah “gunung,” belahlah “bumi,” hidupkan “orang mati” dengan shalat.
![[Khutbah Jumat] Menggeser Gunung, Membelah Laut dengan Shalat](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/تقلل-المدة-بين-الآذان-والإقامة-بسبب-كورونا.jpg)
Wewangian yang kita tebarkan itu jangan hanya berlangsung sesaat, tapi berlanjut sampai lebaran tahun depan. Itulah salah satu tanda bahwa puasa kita diterima Allah
![[Khutbah Jumat] Seorang Muslim yang Menjadi Pewangi Bumi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/06/رؤية-الجنة-في-المنام-وتفسيرها.jpg)
Pandemi itu menimpa siapa saja tidak pandang bulu, pendosa maupun orang saleh. Barang siapa marah dengan musibah tersebut, maka baginya kerugian dan kemurkaan Allah dan barang siapa yang rida dengannya, maka baginya keridlaan Allah. Rida Allah lebih utama dari surga dan seisinya.
![[Khutbah Jumat] Halal Bi Halal: Rahmat Allah di Balik Pandemi](https://arrahim.id/wp-content/uploads/2020/05/كل-عام-وانتم-بخير-825x510-1.jpg)
Marilah kita menjauhi enam sebab kebekuan hati, yang saya singkat BISA MAIN MATA, yaitu (1) bicara yang berlebihan, (2) shalat yang ditunda-tunda, (3) makan yang berlebihan, (4) introspeksi yang diabaikan, (5) mainan yang tidak mendidik, dan (6) tawa yang berlebihan.
