Andreas Harsono: Jika Jurnalisme Bermutu, Demokrasinya Baik
Andreas Harsono menilai jurnalisme saat ini mengalami banyak tantangan, mulai dari kualitas jurnalismenya hingga keterlibatan publik dalam proses jurnalisme
Andreas Harsono menilai jurnalisme saat ini mengalami banyak tantangan, mulai dari kualitas jurnalismenya hingga keterlibatan publik dalam proses jurnalisme


Dalam rangka menyambut bulan Gus Dur (Desember) 2020, Arrahim.ID bekerja sama dengan INFID mengundang kalangan untuk mengirimkan tulisan terkait gagasan-gagasan Gus Dur melalui program “Call for Articles: Arrahim.ID, Gus Dur, dan Humanisme”.


Sebagai generasi muda bangsa, Kita perlu memahami nilai-nilai beragama secara inklusif agar kita mampu mengamalkan dan mempraktikkannya dengan cara cerdas dan santun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat multikultural


Seorang pemimpin termasuk pimpinan mahasiswa harus cerdas menggunakan daya pikirnya termasuk mengatasi masalah kehidupan. Makna fathonah juga bisa diperluas dengan kemampuan mengantisipasi dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi kemudian.


Penguasaan bahasa di media sosial perlu menjadi perhatian, terutama hal-hal yang berkaitan dengan masalah keagamaan karena dapat menstimulasi kesadaran akumulatif suatu kelompok dan menjadi pemicu konflik.


Melalui gerakan "Masjid Merdeka (Moderat dan Berwawasan Kebangsaan)", para Takmir Masjid di wilayah Solo Raya berkomitmen untuk menyebarkan paham Islam yang moderat, rahmatan lil alamin, menjunjung tinggi toleransi dan menghargai perbedaan.


Disrupsi telah menjamah perilaku komunikasi masyarakat hingga cara beragama umat manusia. Sebagai dampak dari perkembangan teknologi digital, komunikasi masyarakat kini beralih dari dunia nyata ke dunia maya.


Indonesia ini terdiri dari beragam agama dan budaya, maka membangun kerukunan beragama dalam kehidupan sosial-keagamaan merupakan suatu keniscayaan yang harus dibangun bersama-sama


Dalam konteks masa kini, sikap moderat dalam beragama merupakan sikap penting yang harus dimiliki oleh golongan milenial.


Resolusi jihad menekankan pentingnya komitmen antara dua hal, yaitu keislaman dan keindonesiaan dalam sebuah tarikan nafas.

