Fanatik itu Berbahaya

Fanatisme dalam bidang apapun sangat berbahaya, terlebih fanatis kepada Madzhab, Aliran keagamaan, maupun kepada tokoh tokoh agama.

Fanatisme kepada Madzhab keagamaan dalam sejarahnya telah terbukti banyak menumpahkan darah dan kebencian antar ummat.

Lihatlah misalnya, pengikut madzhab Hanabilah yang memposisikan pengikut Madzhab Hanafiyah seperti orang kafir yang halal darahnya, dibunuh dan hartanya dianggap sebagai fai’i. Lihat pula bagaimana pengikut Hanafiyah di daerah tertentu melihat masjid pengikut Syafi’iyah sebagai Gereja yang kemudian ditutup.

Tengok pula pengikut madzhab Malikiyah yang dengan bangga menyatakan bahwa asy Syafi’i adalah gulamnya Malik, pengikut Syafi’i mengatakan Ahmad bin Hambal adalah budaknya (Gulam) Syafi’i, Hanabilah mengatakan Asy Syafi’i gulamnya Ahmad bi Hambal, bahkan Asy Syafi’iyah mengatakan bahwa abu Hanifah adalah mantan budak bukan ahli hadis. Hanafiyah membalas, Syafi’i bukan suku Quraisy, bukan imam dalam hadist.

Al Hasil fanatisme madzhab dan tokoh telah melahirkan kebencian dan pertumpahan darah. Bahkan konon Hanafiyah meriwayatkan hadist ” nanti akan datang di kalangan ummatku seorang yang disebut an Nu’man ialah lentera ummatku, lentera ummatku, lentera ummatku, dan diantara ummatku ada seorang yang disebut Muhammad bin Idris, dia adalah lebih berbahaya dari Iblis. Subhanallah….. (dikutib dari kitab At Ta’yiin fi syarhi Al Arbain).

Di Indonesia fanatisme madzhab dan tokoh agama itu masih ada, entah separah zaman dulu ataukah dalam kadar yang tidak membahayakan. Fanatisme bermadzhab disebabkan oleh cara pandang sempit yaitu bahwa pandangan agamanya lah yang paling benar dan yang lain salah.

Apakah fanatisme ini akan dilanjutkan? Bukankah usia agama, usia madzhab, usia keberagamaan kita telah dewasa?

Ataukah fanatisme juga telah melebar bukan hanya kepada pandangan agama dan tokoh agama, tetapi juga kepada partai politik, klub sepak bola, musik, dan sebagainya. Wallahu A’lam. Tugas kita semua untuk memulai membuka hati dan pikiran bahwa kebenaran hanya milik Tuhan. Selainnya hanyalah menafsirkannya sesuai dengan kepentingan baik maupun buruk. (mmsm)

Situbondo 060922

0

Dosen Ma’had Aly Situbondo, Komisioner Komnas Perempuan, Ahli Ushul Fiqh

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.