Muhammad Ali Murtadlo Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Rahasia Memiliki Kehidupan yang Bahagia

1 min read

Robert Waldinger, seorang professor di Universitas Harvard, dalam TED Talks menyampaikan hal yang sangat menarik. Ia dan timnya telah melakukan penelitian selama kurang lebih 75 tahun tentang kebahagiaan hidup, utamanya kebahagiaan orang-orang lanjut usia.

Penelitian tersebut dilakukan bukan dengan mengisi kuisioner tetapi benar-benar dengan cara yang lebih mendalam. Waldinger melakukan interview dengan responden sebanyak 724 laki-laki di ruangan khusus. Tidak hanya itu, ia juga meminta rekam medis dari dokter, menganalisis darah, men-scan otaknya, berbicara dengan anak-anaknya dan juga dengan mengambil video saat mereka ngobrol dengan istri-istri mereka tentang hal-hal yang menjadi kekhawatiran mereka selama ini.

Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kebahagiaan hidup dicapai bukan karena kekayaan, ketenaran dan kerja keras, tetapi karena hubungan sosial (social connection).

Hubungan yang baik (good relationship) dapat menjaga kita untuk lebih bahagia dan lebih sehat. Dari hubungan yang baik dengan orang lain, setidaknya ada tiga pelajaran penting yang dapat kita ambil.

Pertama, hubungan sosial, berinteraksi dengan orang lain benar-benar menjadi hal yang baik bagi kita. Sedangkan, sebaliknya, kesepian dapat secara perlahan-lahan membunuh (mental/psikis). Orang yang lebih banyak memiliki hubungan sosial, baik dengan keluarga, pertemanan, komunitas, mereka terlihat lebih bahagia dan dapat hidup lebih lama.

Kedua, bukan banyaknya teman yang kita miliki, atau ikatan hubungan yang erat, namun yang lebih penting adalah kualitas hubungan tersebut. Hidup di tengah konflik dengan orang lain, ternyata sangat buruk terhadap kesehatan. Pernikahan yang banyak konflik misalnya, tanpa kasih sayang, ternyata sangat buruk bagi kesehatan, bahkan lebih buruk dari perceraian. Sedangkan memiliki hubungan baik dan hangat dengan banyak orang akan melindungi kita dari depresi.

Baca Juga  Melepas Ramadan, Melewati Kesementaraan

Studi ini juga menyimpulkan bahwa kualitas hidup orang paruh baya tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh kolesterol, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh seberapa bahagia mereka dengan hubungan yang dimiliki. Mereka yang merasa puas dengan hubungan baik di usia 50 tahun, akan menjadi orang paling sehat ketika nanti berusia 80 tahun.

Ketiga, hubungan baik tidak hanya melindungi tubuh tetapi juga melindungi otak (brain). Berada dalam hubungan yang penuh kedekatan dengan orang lain saat muda, akan tetap memiliki ingatan yang tajam ketika berusia 80-an.

Untuk itu, merawat hubungan baik dengan keluarga, teman, kolega, rekan kerja harus dilakukan seumur hidup, tanpa ada akhir. Orang-orang yang bahagia saat usia pensiun, menurut Robert, adalah mereka yang berusaha mengubah rekan kerja menjadi seorang sahabat.

Hal ini tentu perlu disadari oleh kaum milenial yang mulai beranjak dewasa ini. mereka saat ini secara umum sangat yakin bahwa ketenaran, kekayaan dan pencapaian diri adalah yang kita butuhkan agar hidup lebih bahagia. Namun kenyataannya, dari penelitian yang dilakukan selama 75 tahun itu menunjukan bahwa orang yang bahagia adalah mereka yang menyandarkan diri pada hubungan baik, dengan keluarga, teman dan komunitasnya.

Lantas, bagaimana dengan kita? Mari berintrospeksi diri dengan berusaha untuk selalu merawat hubungan baik dengan siapapun, kapanpun dan dalam kondisi bagaimanapun. Karena, sekali lagi saya pun meyakini bahwa hidup yang bahagia adalah hidup yang dibangun berdasarkan hubungan yang baik, the good life is built with good relationship. [AA]

Muhammad Ali Murtadlo
Muhammad Ali Murtadlo Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo