Mukhammad Zamzami Santri PP Mambaus Sholihin Gresik; Executive Editor Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Ingin Disayangi Banyak Orang, Berikut Doa dari Nabi Khidir AS

2 min read

Dalam Kitab Sullam al-Futūhāt volume pertama yang ditulis oleh Kiai Hannan Maksum [Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Pare Kediri] disebutkan bahwa di dalam karya masterpiece Abu Hamid al-Ghazali Ihya’ ‘Ulūm al-Dīn, Vol. 2, halaman 347, terdapat doa untuk melepas segala kesulitan dan menghadapi hajat besar agar berhasil. Dalam kitab Sullam al-Futūhāt faidah-faidah tersebut diperinci sebagaimana berikut: pengamalnya akan diampuni dosa-dosanya, bahagia, doanya mudah terkabulkan, mudah rezeki, cita-citanya tercapai, diberi kemenangan dari perlawanan musuhnya, dan dicatat menjadi golongan siddīqīn.

Tata cara pengamalan: dibaca pagi satu kali [setelah Shalat Subuh] dan sore [setelah Shalat Asar atau Maghrib].

Jika dibandingkan narasi doa yang ada di dalam kitab Sullam al-Futūhāt dengan narasi yang terdapat dalam kitab Ihya’ ‘Ulūm al-Dīn terdapat perbedaan lafal. Ada satu lafal—yang saya garis bawahi dan tebali di teks Arab—yang berbunyi fa‘ud, yang dibaca fajud. Kurang lebih di tahun 2010-an yang lalu saya sempat sowan ke ndalem Kiai Hannan dan menanyakan perihal ini. Beliau menjawab bahwa pengubahan ini atas petunjuk guru-guru beliau. Saya berusaha melacak di beberapa kitab lain yang juga menjelaskan perubahan ini, ternyata narasi perubahan itu juga cukup banyak diamini oleh beberapa kiai. Karena dalam sanad doa sangat penting, maka lafal yang saya tulis adalah fajud.

Saya coba suguhkan doa tersebut dalam versi Arab, teks latin bagi yang kesulitan membaca versi Arab, dan versi terjemahnya. Sebagai catatan: cara membaca huruf ā,ū, dan ī adalah dibaca panjang. Berikut narasi doanya.

بسم الله الرحمن الرحيم

اللّهمّ صَلِّ على سيِّدنا محمد وآله وصحبه وسَلِّمْ

اللّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِي عَظَمَتِكَ دُوْنَ الُّلطَفَاءِ وَعَلَوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ وَعَلِمْتَ مَا تَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُّدُوْرِ كَالْعَلانِيَةِ عِنْدَكَ وَعَلانِيَةُ الْقَوْلِ كَالسِّرِّ فِي عِلْمِكَ وَانْقَادَ كُلُّ شَيْءٍ لِّعَظَمَتِكَ وَخَضَعَ كُلُّ ذِي سُلْطَانٍ لِّسُلْطَانِكَ وَصَارَ أمْرُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ. اِجْعَلْ لِي مِنْ كُلِّ هَمٍّ أَصْبَحْتُ وَ أَمْسَيْتُ فِيْهِ فَرَجًا وَّمَخْرَجًا. اللّهمّ إنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوْبِي وَتَجَاوُزَكَ عَنْ خَطِيْئَتِي وَسَتْرَكَ عَلَى قَبِيْحِ عَمَلِي أَطْمَعَنِي أنْ أسْأَلَكَ مَالاَ أسْتَوْجِبُهُ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيْهِ أَدْعُوْكَ آمِناً وَأسْأَلُكَ مُسْتَأْنِسًا وَإنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ وَأَنَا الْمُسِيْءُ إلىَ نَفْسِي فِيْمَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ تَتَوَدَّدُ إِلَيَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِاْلـمَعَاصِي وَلَكِنِ الثِّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِي عَلَى الْجَرَأَةِ عَلَيْكَ فَجدْ بِفَضْلِكَ وَإِحْسَانِكَ عَلَيَّ إنَّكَ أنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم

Baca Juga  Tasawuf Dan Revolusi Spritual Ala Kiai Said

Bismillahir-Rahmanir-Rahim,

Allahumma Sallī alā Sayyidinā Muhammad wa ālihi wa sahbihi wa sallim.

Allahumma kamā latafta fī ‘adamatika dūna al-lutafā’i, wa ‘alawta bi-‘adamatika alā al-‘udamāi, wa ‘alimta mā tahta ardika ka-`ilmika bimā fauqa ‘arsyika, wa kānat wasāwisu al-sudūri ka-al-’alāniyyati ‘indaka, wa ‘alā niyyati al-qauli ka-al-sirri  fī ilmika, wanqāda kullu syay’in li ‘azamatika, wa khada’a kullu dzī sultānin li sultānika, wa shāra amru al-dunyā wa al-ākhirati kulluhu biyadika. Ij’al lī min kulli hammin asbahtu wa amsaytu fīhi farajan wa makhrajā. Allahumma inna ‘afawaka ‘an dzunūbiy, wa tajāwazaka ‘an khathī’athiy, wa sitraka alā qabīhi a’māliy, atmi’niy ‘an as’aluka mā lā astawjibuhu minka mimma qashshartu fīhi, ad’ūka āminan, wa as’aluka musta’anisā. Wa innaka al-muhsinu ilayya, wa ana al-musī’u ilā nafsiy fīmā bayniy wa baynaka, atawaddadū ilayya bi-ni’matika, wa atabagghadu ilaika bilma’ashiy, walakinna al-tsiqata bika hamalatnī alā al-jarā’ati ‘alayka, fa’ud bifadlika wa ihsānika alayya innaka anta al-tawwābu al-rahīm ,wa salallahu alā Sayyidinā Muhammadin wa ālihi wa sahbihi wa sallim.

Artinya:

Wahai Allah, sebagaimana Engkau telah berlaku lembut dalam Keagungan-Mu melebih segenap kelembutan, dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan-Mu melebihi semua Keagungan, Engkau Maha Mengetahui terhadapa apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana Engkau Maha Mengetahui apa apa yg terjadi Arsy-Mu, dan semua yang telah terpendam merisaukan hati adalah jelas terlihat di hadapan-Mu, dan segala yg terang-terangan diucapkan adalah rahasia yang terpendam dalam Pengetahuan-Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan-Mu, dan tunduk segala penguasa di bawah Kekuasaan-Mu, maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman-Mu. Jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini. Wahai Allah aku memohon maaf-Mu atas dosa-dosaku, dan kumohon pengampunan-Mu atas kesalahan-kesalahanku, dan kumohon tabir penutup-Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yang sebenarnya tidak pantas diberikan pada-Ku karena kehinaanku, kumohon pada-Mu keamanan, dan kumohon pada-Mu Kedamaian bersama-Mu, sungguh Engkau selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku atas hubunganku dengan-Mu. Engkau ulurkan cinta kasih sayang lembut-Mu padaku dengan kenikmatan-kenikmatan-Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan-Mu dengan perbuatan dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada-Mu membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada-Mu, maka perbaikilah dengan Anugerah-Mu dan Kebaikan-Mu padaku. Sungguh Engkau Maha Menerima seluruh hamba yang menyesal dan Engkau Maha Berkasih Sayang. Dan shalawat serta salam atas Sayyidina Muhammad serta keluarga dan limpahan salam, dan segala puji bagi Allah Pemilik Alam semesta. [MZ]

Mukhammad Zamzami Santri PP Mambaus Sholihin Gresik; Executive Editor Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *